Wali Kota sebut d' Besto selesaikan sebagian masalah penganggur di Padang

id dbesto

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memberikan motivasi pada ratusan karyawan d'Besto di Padang, Kamis. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang, (ANTARA) - Usaha d' Besto Chiken & Burger yang dikembangkan pengusaha asal Guguak, Limapuluh Kota, Sumatera Barat menyerap banyak tenaga kerja sehingga berperan dalam menyelesaikan sebagian masalah penganggur di daerah, kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

"Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan membuat angka penganggur di Padang cukup tinggi. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti d' Besto ini bisa menjadi salah satu solusi terkait hal ini," katanya di Padang, Kamis.

Ia mengatakan itu saat menghadiri acara Gebyar 5 Tahun d'Besto Sumatera Barat 2019 di Padang.

Menurutnya, jika usaha itu dikembangkan bukan tidak mungkin akan muncul berbagai peluang usaha lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Padang dan mengurangi angka penganggur.

Salah satu peluang itu adalah pendirian Rumah Potong Ayam (RPA) yang bersertifikasi halal untuk memasok kebutuhan ayam usaha d'Besto di Sumbar yang mencapai 40 ton per bulan, karena selama ini ayam terpaksa di datangkan dari Medan karena ketiadaan RPA tersebut.

Pemkot Padang menurut Mahyeldi akan segera merespon peluang itu karena efek dominonya akan cukup besar diantaranya penyediaan tenaga kerja untuk RPA.

Dengan adanya RPA itu, peternakan ayam potong di Padang juga akan bergairah untuk memenuhi kebutuhan 40 ton per bulan yang berarti perekonomian bergerak, dan peluang kerja makin banyak.

Sementara itu pemilik d' Besto, drh Hj. Evalinda Amir bersama suaminya drh. Setyajid menyebutkan usahanya sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI yang artinya seluruh proses harus sesuai dengan syariat.

Konsekuensinya tempat pemotongan ayam juga harus bersertifikasi halal. Itu belum ada di Sumbar sehingga terpaksa harus impor dari Medan.

"Kita berharap nanti ada RPA bersertifikasi halal di Padang," katanya.

d'Besto merupakan transformasi dari Kentuku Fried Chicken (KUFC) yang didirikan drh Hj. Evalinda Amir bersama suaminya drh. Setyajid pada 1994. Sempat dua kali bangkrut pada 1998 karena krisis moneter dan 2005 karena flu burung, usaha itu kembali dibangun dari dasar.

Pada 2010 akhirnya KUFC berubah nama menjadi d'Besto hingga saat ini.

Sekarang d'Besto telah memiliki 231 cabang di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah karyawan mencapai 2000 orang. Khusus Sumbar, usaha itu memiliki 27 cabang di Padang, Bukittinggi, Padangpanjang, Agam, Pariaman, Solok Batusangkar, Payakumbuh dan Limapuluh Kota. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar