Mahfud ajak masyarakat salurkan hak pilih untuk masa depan bangsa

id Mahfud,Hak Pilih,Pemilu

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD memberikan orasi dalam Konvensi Nasional Pendidikan Nasional (Konaspi) IX di Kota Padang, Kamis. (ANTARA SUMBAR/ Mario Sofia Nasution)

Padang (ANTARA) - Anggota Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengajak masyarakat menyalurkan hak pilih mereka pada pilres dan pileg 17 April 2019 untuk menentukan masa depan bangsa.

"Anda memiliki hak konstitusional untuk menentukan masa depan bangsa melalui pemilu, terserah anda mau memilih siapa namun yang jelas jangan golput," kata dia di Padang, Kamis.

Ia mengatakan pemilu merupakan sarana untuk menentukan anggota legislatif, mereka yang akan membuat kebijakan bangsa.

Dirinya mengatakan akan terus berkampanye agar masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerahnya masing-masing sesuai dengan hati nurani mereka.

"Jangan sampai rakyat menjual suara mereka karena itu bertentangan dengan hakikat demokrasi," kata dia.

Ia mengatakan akibat masyarakat Indonesia yang salah memilih anggota dewan lahir kebijakan yang buruk.

"Jika politiknya buruk maka kebijakan yang dihasilkan juga buruk. Ini yang harus diperbaiki," kata dia.

Ia mencontohkan dalam ada sebuah undang- undang yang diajukan tentang sebuah aturan yang memperbolehkan Singapura menangkap pelaku pembakaran hutan meskipun dia berada di Indonesia jika asap kebakaran hutan masuk ke negara mereka

Menurut dia aturan tersebut menyalahi aturan dan wewenang kenegaraan. Hal ini disebabkan lemahnya hukum Indonesia yang membebaskan pelaku pembakaran hutan.

"Ini membuat martabat bangsa kita dilecehkan karena regulasi yang kita buat sendiri," kata dia.

Sebelumnya Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohammad Nasir mengajak seluruh peserta Konaspi IX dan rektor mengajak mahasiswa datang ke TPS dan menyalurkan hak pilih mereka.

"Jangan sampai mahasiswa ini tidak memilih saat 17 April nanti," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar