Solok Selatan tetapkan masa transisi gempa 90 hari

id Gempa Solok Selatan,Masa Transisi Gempa Solok Selatan

Seorang warga melihat rumah yang rusak di Sei Kunyit Kec. Sangir Balai Janggo, akibat gempa bumi yang melanda Solok Selatan, Kamis (28/2). (ANTARA SUMBAR/Humas Solok Selatan)

Padang Aro   (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana gempa bumi dan menetapkan masa transisi darurat pemulihan selama 90 hari dimulai Kamis (14/3) hingga 10 Juni 2019.

"Penanganan bencana selama masa transisi darurat ke pemulihan difokuskan untuk kegiatan penyediaan hunian sementara bagi korban yang rumahnya rusak berat dan sedang", kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Sumardianto, di Padang Aro, Rabu.

Dia mengatakan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan dengan pola swakelola dan gotong royong.

Selama masa transisi darurat pemulihan posko penanganan dialihkan ke kantor BPBD Solok Selatan sedangkan kantor camat yang selama tanggap darurat menjadi posko utama sekarang jadi posko pembantu.

Kedepan, katanya, bantuan dari donatur diharapkan berupa bahan bangunan atau material untuk merehabilitasi bangunan yang rusak.

"Kegiatan yang tidak tertangani saat transisi darurat pemulihan selanjutnya akan di akomodir melalui APBD Kabupaten," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman mengatakan, hingha Selasa (12/3) tercatat sebanyak 638 orang korban gempa yang berobat ke Puskesmas maupun posko kesehatan terdekat dan paling banyak di wilayah puskesmas Mercu.

Sebelumnya Camat Sangir Balai Janggo Muslim mengatakan, hingga Senin (11/3) masyarakat masih merasakan gempa masih banyak korban yang bertahan ditenda darurat.

"Masyarakat masih khawatir untuk kembali kerumahnya karena takut tertimpa bangunan yang sudah rusak karena gempa masih dirasakan," ujarnya.

Korban gempa katanya, berharap pembangunan rumah mereka dibantu oleh pemerintah. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar