Ingin memajukan pariwisata? Legislator: bentuk perilaku masyarakat sadar wisata

id DPRD Sumbar

Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat Apris (kiri) bersama peserta Bimtek Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dilakukan Dinas Pariwisata Sumatera Barat di Kota Padang, Rabu (13/3). (ANTARA SUMBAR/ Mario Sofia Nasution)

Padang (ANTARA) - Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) itu untuk membentuk perilaku masyarakat sadar wisata sehingga segala potensi wisata yang dimiliki daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kita punya banyak potensu wisata namun untuk perilaku masyarakat masih belum sepenuhnya bagus seperti keramah-tamahan, harga yang melambung bahkan aksi premanisme masih terjadi di lokasi wisata,” kata dia saat membuka Bimbingan Teknis Kelompok Sadar Wisata VII di Padang, Rabu.

Menurut dia jika pemerintah ingin memajukan sektor pariwisata harus mampu membangun perilaku masyarakat di sekitar lokasi wisata di daerah itu untuk dibenahi dengan cara diberikan pemahaman tata cara memperlakukan tamu dengan baik, membangun rasa nyaman bagi pengunjung, membuat lokasi wisata bersih dari sampah dan lainnya.

Ia mengatakan sejak 2017 dirinya melalui anggaran pokok pikiran dewan telah memberikan edukasi untuk meningkatkan perilaku sadar wisata masyarakat. Pada tahun ini dirinya mendapatkan alokasi pokok pikiran dewan sebanyak Rp7 miliar dan sebesar Rp700 juta dialokasikan untuk pengembangan kelompok sadar wisata di Kota Padang.

“Hingga saat ini sudah lebih dari 1.000 warga Kota Padang yang kita beri edukasi agar mereka sadar wisatasejak 2017, hasilnya memang belum mencolok namun sudah mulai ada perubahan menuju lebih baik lagi,” katanya.

Politisi Partai Nasdem tersebut mengatakan warga yang telah mendapatkan bimbingan tersebut tentu diharapkan mampu mengdukasi masyarakat di lingkungan mereka dan mengarahkan masyarakat untuk siap menerima kunjungan wisatawan.

“Sumbar punya potensi wisata yang besar dan harus dikembangkan dengan maksimal terutama di Kota Padang sebagai salah satu kota yang menetapkan pariwisata sebagai prioritas,” jelas dia.

Sementara itu Kepala Seksi Pengembangan Objek dan Atraksi Dinas Pariwisata Sumbar, Asistasia mengatakan kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk membentuk perilaku masyarakat menjadi lebih ramah terhadap wiasatan dan mampu memberikan kenyamanan bagi tamu yang berkunjung.

“Sumbar itu indah, punya budaya yang unik namun hal itu tidak akan menghasilkan apa-apa jika masyarakat tidak mendukung langkah pemerintah untuk membangun potensi wisata yang ada dan menjadikan potensi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lokasi wisata,” kata dia. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar