Peredaran narkoba di Luak Limapuluh mengkhawatirkan

id gepenta,narkoba,luak,limapuluh,bnn

Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPD) Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran, dan Anarkis (Gepenta) Luak Limapuluh Awaluddin Cuncun (tengah) ((Antara Sumbar/Syafri Ario))

Payakumbuh (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPD) Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran, dan Anarkis (Gepenta) Luak Limapuluh Awaluddin Cuncun mengatakan perkembangan narkoba di daerahnya sudah mengkhawatirkan.

“Beranjak dari kasus tertangkapnya 3 tersangka dan satu tersangka bersenpi membuktikan bahwa perkembangan narkotika di Luak Limopuluah benar-benar sangat memprihatinkan,” ungkap Awaluddin Cuncun di Payakumbuh, Senin.

Tertangkapnya seorang tersangka pada hari ini yang memiliki senjata api (senpi) rakitan, menurut Awaluddin sangat mengkhawatirkan.

"Ini kan berbahaya bandar itu memiliki senpi itu menandakan mereka tak bisa dianggap enteng," ujarnya.

Ia juga mengkritik Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai lembaga yang diberikan tugas khusus untuk memberantas narkoba di daerah ini tidak optimal bekerja.

“Pemberatasan narkoba ini harus serius, didukung dengan kesiapan personel BNN dan anggaran yang memadai,” katanya.

Ia mengatakan untuk mengantipasi maraknya peredaran narkoba harus melibatkan semua elemen masyarakat.

“Penyuluhan anti narkoba mesti benar-benar menyasar lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan lingkungan pemerintah,” katanya.

Ia sangat khawatir peredaran Narkoba di Luak Limapuluh (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh) karena berada di daerah perlintasan Sumbar-Riau.

"Daerah ini sangat strategis dan rawan sebagai daerah masuk dan peredaran narkoba," jelasnya.

Awaluddin Cuncun mengatakan Gepenta sebagai ormas dalam pemberantasan narkoba juga berupaya melakukan sosialisasi terkait pemberantasan narkoba.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar