Seorang warga patah tulang diserang buaya saat menangkap ikan di sungai

id Buaya Muara

Dokter Jaga IGD RSUD Lubukbasung, Kabupaten Agam, memberikan pertolongan kepada Misrel (35) korban gigitan buaya di Sungai Batang Masang Kiri, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (6/3). (dok BKSDA)

Lubukbasung, (ANTARA) - Misrel (35) warga Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Pasaman, Sumatera Barat, diserang buaya muara saat menangkap ikan di Sungai Batang Masang Kiri, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (6/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapoores Agam AKBP Ferry Suwandi didampingi Kasat Pol Air AKP Irwandi Idam di Lubukbasung, Kamis, mengatakan, korban mengalami luka berat dan patah tulang pada bagian kaki kanan.

"Saat ini korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang pada Rabu (6/3) sekitar pukul 24.00 WIB," katanya.

Ia menceritakan, korban beserta tiga orang temannya atas nama IN (37), Birin (50) dan Sarel (30) menangkap ikan di Sungai Batang Masang Kiri dengan cara menyelam untuk menembak ikan.

Tidak berapa lama, tambahnya, tiba-tiba korban digigit buaya dan dibawa ke dalam sungai.

Namun korban berhasil melepaskan diri dari terkaman buaya dan teman korban memberikan pertolongan untuk dibawa ke daratan.

Setelah itu korban langsung dibawa ke rumah bidan yang ada di Silareh Aia, Kecamatan Palembayan dan sesampai di rumah bidan korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung.

"Tiga orang teman korban selamat dari gigitan buaya itu," tambahnya.

Sementara Dokter Jaga IGD RSUD Lubukbasung, Wela menambahkan, korban dirujuk ke RSUP M Djamil Padang setelah otot kaki kanan korban mengalani putus dan butuh penanganan segera.

"Korban kita rujuk ke RSUP M Djamil Padang setelah kami melakukan koordinasi dengan dokter spesialis bedah," katanya.

Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan, buaya itu menyerang akibat merasa terganggu dengan keberadaan korban.

Ia mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas di dalan Sungai Masang Kiri, Sungai Masang Kanan, Sungai Antokan dan lainnya, karena sungai itu merupakan habitat buaya muara.

"Jangan lakukan aktivitas di dalam sungai, karena buaya akan menyerang," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar