Pariaman minta kapal AL untuk museum edukasi

id museum kapal

Walikota Pariaman, Sumatera Barat Genius Umar saat menyampaikan sambutan pada Pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana dan Kesehatan Tingkat Nasional 2019 di Pariaman, Senin (4/3). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, meminta bantuan kapal perang angkatan Laut (AL) bekas kepada Panglima TNI melalui Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen TNI George Elnadus Supit untuk dijadikan museum edukasi di daerah itu.

"Pariaman pada pemerintahan darurat Indonesia merupakan pangkalan besar angkatan laut," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar saat menyampaikan sambutan pada Pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana dan Kesehatan Tingkat Nasional 2019 yang mana Panglima TNI diwakili oleh Mayjen TNI George Elnadus Supit di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan dengan adanya kapal laut tersebut untuk dijadikan museum maka akan menambah pemahaman warga kota itu bahwa Pariaman dahulunya merupakan daerah penting bagi TNI AL.

Menurutnya dengan adanya kapal perang tersebut maka tidak saja menambah wawasan kebangsaan bagi generasi muda namun juga mendukung Kota Pariaman sebagai kota wisata.

Oleh karena itu ia menyatakan pihaknya akan mengupayakan berbagai macam cara agar kapal perang angkatan laut bekas untuk museum tersebut tiba di Kota Pariaman.

Dengan adanya kapal tersebut maka dapat memperkuat dibangunnya monumen AL di Pantai Gandoriah yang dibangun pada 2017.

Di monumen tersebut terdapat tank amfibi PT-76 buatan Uni Soviet pada 1947 yang bertuliskan Marinir serta meriam howikzer M30 122 milimeter.

Saat ini di monumen itu selalu ramai dikunjungi wisatawan yang berasal dari sejumlah daerah untuk melihat kemegahannya dan untuk swafoto.

Sementara itu, Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen TNI George Elnadus Supit mengatakan pihaknya memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk meminta alutsista tersebut.

"Namun ada proses dan syarat yang harus dilalui," ujarnya.

Ia mengatakan untuk meminta alutsista tersebut Pemda harus mengirimkan surat permohonan kepada Panglima TNI dan KSAL. ***3***
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar