Pemkab Agam turunkan 40 petugas cegah penularan rabies

id rabies,virus,agam

Salah seorang dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, memberikan vaksinasi ke anjing milik warga guna meminimalkan kasus rabies di daerah itu. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbassung (ANTARA) - Lubukbasung (Antaranews Sumbar) -Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menurunkan 40 petugas medis dan paramedis dalammemberikan vaksinasi kepada hewan di daerah itu untuk mencegah penularan penyakit rabies.

Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Zulfren didampingi Kasi Kesehatan Hewan, Wellya Roza di Lubukbasung, Sabtu mengatakan 40 petugas medis dan paramedis tersebut akan di sebar di lima UPT Puskesmas di daerah itu.

Menurut dia dalam menjalankan tugas di lapangan, petugas ini terlebih dahulu diberikan vaksin anti rabies dan serum anti rabies sehingga mereka tidak akan tertular virus tersebut meskipun digigit atau dicakar hewan yang diduga dapat menyebarkan virus tersebut seperti kera, kucing dan anjing.

"Ini bentuk antisipasi kita kepada petugas karena mereka bersentuhan langsung dengan hewan penular virus rabies itu," tegasnya.

Dirinya mengatakan pemberian vaksin itu dilakukan pada hewan peliharaan masyarakat sebagai bentuk pencegahaan penularan virus rabies dan pemberian vaksin ini tidak dipungut biaya karena sudah ditanggung Pemprov Sumbar.

Ia menyebutkan untuk Kabupaten Agam sendiri ditargetkan vaksin ini diberikan pada 7.000 ekor hewan pada 2019. Smeentara pada 2018 pihaknya telah melakukan vaknisasi terhadap 6.710 ekor hewan di daerah itu.

Dalam kurun waktu Januari dan Februari 2019 petugas telah memberikan vaksinasi terhadap 46 ekor hewan yang terdiri dari anjing, kucing dan kera di Kecamatan Lubukbasung dan Tanjungraya.

Sementara kasus gigitan hewan penular rabies di daerah itu terjadi sebanyak 14 kasus dengan jumlah korban sebanyak 22 orang selama 2019.

"Satu ekor hewan penular rabies mengigit satu hinggaempat orang," katanya.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar