Baznas Pasaman kerja sama dengan pelaku usaha, pungut zakat

id Baznas

Ketua Baznas Pasaman, Ustadz Syafrizal, didampingi pemilik Kipang Pulut, Zainal Abidin dan Wanag Ganggo Hilia, Bondan kunjungi pabrik coklat. (Ist)

Lubuksikaping (ANTARA) - Lubuksikaping (Antaranews Sumbar) - Bangun pabrik coklat, Baznas Kabupaten Pasaman jalin kerja sama dengan usaha kipang pulut 'ITA' Bonjol.

Sejumlah dana pun akan digelontorkan oleh Baznas untuk memuluskan operasional pabrik tersebut.

Ketua Baznas Kabupaten Pasaman, Syafrizal, di Lubuk Sikaping, Rabu, mengatakan, kerja sama tersebut melibatkan tiga pihak.

Selain Baznas dan Usaha Kipang Pulut, juga diback-up oleh Pemerintah Daerah. Upaya tersebut untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Dengan mengharap ridho Allah, dalam pekan ini pabrik coklat terbesar di Sumatera Barat ini segera beroperasi dengan 25 produk unggulan," ujar Ustad Syafrizal.

Diantara produk itu, kata dia yaitu kipang coklat, kacang coklat, jagung coklat, kripik coklat. Produk itu, kata dia, nantinya akan menjadi oleh-oleh khas daerah itu.

"Ini kerjasama Baznas, Pemda dan Kipang Puluik Bonjol, sebagai program unggulan zakat produktif. Barokallahu fiik," ujarnya.

Baznas, kata dia, terus melakukan terobosan dan inovasi. Salah satunya menjalin kerjasama dengan Kipang Pulut untuk pendirian pabrik coklat.

"Untuk pabrik dan mesin-mesinnya, milik pemda. Pengelolannya individu, oleh kipang pulut. Baznas, bantu permodalan mulai dari pra sampai pasca beroperasi," ujarnya.

Pengelola, kata dia, hanya perlu menjaga ketersediaan bahan baku untuk keberlangsungan produksi.

Ia mengatakan, di wilayah itu memang banyak tanaman kakao, namun kebutuhan bahan baku cokelat perlu dijaga.

"Pabriknya sangat bagus dan besar. Namun yang lebih penting lagi harus dijaga ketersediaan bahan baku yang masih membutuhkan cukup banyak," ujarnya. *
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar