Rupiah menguat di akhir pekan dipicu perlambatan data ekonomi AS

id Rupiah,Kurs Rupiah

Teller Bank Mandiri menghitung uang pecahan dolar Amerika di Jakarta, Selasa (10/6). Nilait tukar rupiah atas dolar Amerika pada penutupan hari ini menguat pada posisi Rp 13.308 dibandingkan pada penutupan sebelumnya Rp Rp 13.385 per dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ed/pd/15)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan menguat 13 poin menjadi Rp14.058 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.071 dipicu perlambatan data ekonomi Amerika Serikat.

"Memang di awal rupiah sempat melemah karena hasil dialog AS-China yang kemungkinan besar ada permasalahan. Namun kemudian rupiah menguat karena rilis data ekonomi AS yang negatif," kata analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Rilis data ekonomi AS yang melambat ditunjukkan dengan pemesanan barang modal inti yang turun 0,7 persen dan Indeks Bisnis Federal Reserve Philadelphia anjlok ke level negatif 4,1 pada Februari.

Sementara itu, terkait pertemuan perdagangan AS-China, memang sudah tersiar kabar bahwa kedua pihak menyepakati nota kesepahaman yang secara garis besar mencakup perlindungan terhadap kekayaan intelektual, perluasan investasi sektor jasa, transfer teknologi, pertanian, nilai tukar, dan halangan non-tarif di bidang perdagangan.

"Ternyata perundingan tidak selamanya berjalan mulus. Washington dan Beijing masih belum sepakat mengenai detil MoU tersebut," katanya.

Sedangkan dari internal, sentimen penggerak rupiah yaitu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di angka 6 persen, sama seperti ekspektasi pasar.

Namun, lanjut Ibrahim, sepertinya pasar mencermati komentar-komentar mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Dalam pernyataannya Kamis (22/2), bank sentral menyebutkan, keputusan mempertahankan suku bunga acuan tersebut tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

"Untuk bulan ini, BI sudah benar-benar meninggalkan kata "hawkish" dalam keterangan tertulis maupun pernyataan dalam konferensi pers," kata Ibrahim.

Nilai tukar rupiah sendiri pada Jumat pagi dibuka melemah Rp14.078 dolar AS. Menjelang tengah hari, rupiah berbalik menguat hingga sore hari. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.053 per dolar AS hingga Rp14.085 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.079 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.057 per dolar AS. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar