Pariaman siapkan regulasi pengelolaan Pulau Tangah sebelum dibuka untuk umum

id Genius Umar

Wali Kota Pariaman, Genius Umar. (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat sedang menyiapkan regulasi untuk pengelolaan Pulau Tangah sebelum dibuka untuk umum sebagai salah satu objek wisata unggulan di kota itu.

"Konsepnya hutan di dalam pulau yang mana kami tidak akan mengubah ekosistem di dalamnya," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan dalam pengembangan pulau tersebut pihaknya tidak banyak melaksanakan pembangunan karena di pulau itu telah terdapat trek perjalanan.

Namun lanjutnya perlu ada regulasi agar tidak ada oknum yang merusak lingkungan serta menembak burung di pulau tersebut.

"Nanti kami juga siapkan petugas keamanan guna mengawasi pulau dari oknum pengunjung yang nakal," katanya.

Dengan tidak banyak membangun di pulau tersebut maka tidak saja mempertahankan kelestarian alam, namun juga dapat dijadikan lokasi belajar anak-anak sambil bermain dan sebagai lokasi penelitian bagi mahasiswa.

"Mereka dapat mempelajari ekosistem di sana yang mungkin tidak ada di tempat lain," ujarnya.

Ia menyampaikan untuk membangun pulau tersebut beberapa waktu lalu pihaknya menyurvei pulau dan menetapkan beberapa lokasi pulau untuk dijadikan lokasi wisata.

Genius mengatakan dalam pembangunan di pulau itu pihaknya tetap memperhatikan aspek lingkungan apalagi dalam bidang wisata karena dapat menambah daya tarik wisatawan.

Ia menyebutkan menjaga kelestarian alam tersebut tidak saja untuk pulau, namun pembangunan lainnya bahkan menjadikan sungai sebagai lokasi objek wisata yang memiliki konsep alam.

Sungai yang akan dijadikan objek wisata tersebut yaitu Batang Mangur yang mana menurutnya berpotensi dikembangkan objek wisata arung jeram.

Untuk mengembangkan objek wisata itu Pemerintah Kota Pariaman mendorong sejumlah desa setempat untuk membuat Badan Usaha Desa Bersama agar lebih mudah mengembangkan usaha tersebut. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar