Padang Pariaman edukasi pelajar di pesisir tentang kebencanaan

id Edukasi kebencanaan kepada palajar,BPBD Padang Pariaman

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Suhatman (kanan) menyampaikan terkait kebencanaan dan menghadapinya di Sungai Limau, Selasa (19/2). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengedukasi para pelajar yang sekolahnya berada di pesisir pantai tentang kebencanaan.

"Edukasi tersebut kami laksanakan dengan membagi sekolah di kawasan pesisir menjadi lima kelompok," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Padang Pariaman, Rahmang, Rabu.

Ia mengatakan pihaknya mengirimkan lima tim untuk memberikan materi terkait kebencanaan dan cara mengahadapinya kepada siswa serta guru.

Materi yang disampaikan pada kegiatan itu berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman.

"Jadi kami koordinasikan dulu dengan BPBD Padang Pariaman," katanya.

Tujuan edukasi tersebut, lanjutnya untuk mengatasi kecemasan siswa dan pihak sekolah terhadap isu gempa besar yang berpotensi stunami yang akan terjadi daerah itu.

"Karena itu kami edukasi mereka tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana," ujarnya.

Pihaknya pun juga menyampaikan kepada siswa terkait titik kumpul jika terjadi bencana sehingga akan mudah mengevakuasi siswa ke tempat lebih aman.

Ia mengatakan meskipun BPBD setempat telah mengagendakan simulasi bencana pada Maret nanti namun pihaknya berinisiatif untuk mengedukasi siswa terlebih dahulu karena bencana tidak dapat diprediksi.

Koordinator Wilayah Pendidikan Sungai Limau, Adiosniar mengatakan setidaknya di ada 13 SD dan dua SMP di daerahnya yang menjadi fokus pihaknya dalam memberikan edukasi.

"Sekolah-sekolah tersebut berada dekat dengan pesisir pantai sehingga menjadi sasaran sosialisasi," ujar dia.

Ia berharap dengan adanya edukasi terhadap siswa tersebut maka dapat mempermudah guru untuk mengevakuasi siswanya ketika terjadi bencana. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar