Ini yang dilakukan Polres Padang Panjang cegah kekerasan di sekolah

id Mapolres Padang Panjang

Mapolres Padang Panjang. (Antara Sumbar/ Ira Febrianti)

Padang Panjang, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menggiatkan kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah di daerah itu agar tindak kekerasan siswa tidak terjadi lagi.

"Perlu ditingkatkan kerja sama dengan sekolah-sekolah dalam melakukan peyuluhan hukum untuk mencegah kenakalan remaja seperti kekerasan siswa," kata Kapolsek X Koto, AKP Rita Suryanti di Padang Panjang, Kamis.

Upaya itu dilakukan menanggapi kasus kekerasan terhadap seorang santri di Pesantren Nurul Ikhlas, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, diduga dilakukan oleh 19 temannya hingga korban tidak sadarkan diri pada Minggu (10/2).

Langkah awal kepolisian melakukan pemulihan kembali kondisi di pesantren dengan dialog bersama para santri dan memberikan pemahaman bahwa setiap pelanggaran pasti ada sanksi yang mengikuti.

"Penyuluhan ini dilakukan ke semua sekolah. Bentuknya juga bisa dengan cara polisi menjadi pembina upacara atau lainnya dan menyampaikan pesan untuk mencegah kenakalan remaja," katanya.

Sementara Pengawas Pesantren Nurul Ikhlas, Firmansyah mengatakan aktivitas di pesantren itu sudah berjalan seperti biasa setelah terjadi kasus kekerasan tersebut.

"Hari ini memang sedang tidak ada kegiatan di kelas. Kegiatan di kelas berlangsung Jumat sampai Rabu. Kegiatan sudah lancar karena mau ujian," katanya.

Ia menyebutkan pondok pesantren itu memiliki 1.000 lebih santri yang semuanya di asramakan.

Menurutnya kesalahpahaman memang wajar terjadi dalam berteman, namun baru pertama kali terjadi hingga berujung pada tindak kekerasan yang menyebabkan seorang santri koma.

"Kasus ini menjadi evaluasi bagi kami dalam pengawasan. Kami tidak menampik ada kekurangan namun pengawasan dan pembinaan yang lebih baik akan dilakukan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar