197 personel Polres Solok Arosuka ikuti tes urine

id tes urine

Seluruh personel Kepolisian Solok Arosuka melakukan tes urine guna mengantisipasi adanya keterlibatan anggota terhadap penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 197 personel yang melakukan tes terbukti negatif. (Humas)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Solok Arosuka, Sumatera Barat, melakukan tes urine kepada 197 personelnya guna mengantisipasi adanya keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan narkoba.

"Tes urine ini dilakukan sebagai wujud tidak pandang bulu Polres setempat terhadap personel yang tersangkut kasus narkoba, dengan tes ini diharapkan tidak ada lagi anggota terlibat narkoba," kata Kapolres Solok Arosuka, AKBP Ferry Irawan di Arosuka, Rabu.

Ia mengatakan kegiatan ini dilakukan agar dapat memantau dan menekan tindak negatif personel ke depannya.

Selain itu, tes tersebut dilakukan dalam rangka operasi Mantab Brata dan persiapan pengamanan pemilu presiden dan anggota legislatif.

Jangan sampai ada personel yang tidak fit, harus sehat baik fisik dan jiwanya dalam mengamankan pemilu nantinya, sebutnya.

"Ini merupakan tindakan preventif kita untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang tidak diinginkan di masa depan tentang keterlibatan anggota terhadap narkotika," ujarnya.

Kapolres menegaskan akan menindak tegas jika ada anggota baik perwira, bintara atau lainnya yang terlibat sebagai pengguna atau pengedar narkoba. Jika ada yang terlibat akan ditindak tegas dan dilakukan sidang disiplin.

Untuk mengurangi adanya kemungkinan keterlibatan personel, kapolres akan memperketat pengawasan terhadap anggota sehingga tidak ada celah untuk terlibat.

Ia menyebutkan pihak kepolisian adalah contoh bagi masyarakat, jadi adanya keterlibatan polisi dalam tindak kejahatan tentu akan merusak citra polisi di mata masyarakat.

"Jadi upaya pencegahan terhadap personel yang melakukan tindak negatif akan terus dilakukan," sebutnya.

Tes urine yang dilakukan terhadap seluruh personel kepolisian Arosuka hasilnya ternyata negatif.

Ia berharap setiap personel memiliki kesadaran untuk menjaga nama baik profesi dan institusi sehingga terhindar dari hal-hal negatif, tindak maksiat yang merusak diri dan nama baik.

"Sebab polisi merupakan panutan masyarakat yang akan ditiru banyak orang, jadi harus pandai dan bijak dalam bersikap," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar