Padang bakal gelar Festival Sate

id festival sate

Festival sate (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (Antaranews Sumbar)- Kesatuan Pedagang Jalan Permindo (KPJP) bersama Pemerintah Kota Padang akan menggelar Festival Makan Sate sebagai upaya mengajak masyarakat kembali menyantap kuliner khas Padang tersebut setelah adanya kasus penemuan sate Padang dari daging babi.

" Kegiatan akan digelar pada Sabtu 16 Februari 2019 di Jalan Permindo Padang mulai pukul 16.00 WIB sampai 21.30 WIB," kata Pembina Kesatuan Pedagang Jalan Permindo Padang Miko Kamal di Padang, Selasa.

Menurut dia kegiatan tersebut ditargetkan diikuti 30 pedagang sate di Kota Padang sehingga masyarakat bisa menikmati beragam sate.

Panitia menyediakan fasilitas mulai dari tenda, meja hingga listrik dan tidak dipungut biaya kepada pedagang yang berjualan, katanya.

Kemudian, untuk bisa ikut pada festival tersebut pedagang harus membuat surat pernyataan bahwa sate yang dijual berasal dari bahan yang halal dan ke depan tidak akan menjual sate dari bahan yang diharamkan bagi umat muslim.

Ia menyampaikan kegiatan ini juga bertujuan mengangkat moral pedagang sate karena setelah kejadian terungkapnya sate Padang dari daging babi omzet pedagang sate di Padang turun.

Sementara bagi masyarakat dapat menikmati beragam sate yang dijajakan dan jika ada pedagang yang memberikan diskon itu dipersilahkan, katanya.

Ia berharap dengan adanya Festival Sate masyarakat tidak khawatir lagi makan sate dan para pedagang juga harus berkomitmen menyajikan makanan yang halal.

Sementara berdasarkan penelusuran sejak kasus ditemukannya Sate Padang dari daging babi, salah seorang pedagang sate di kawasan Bypass padang mengaku mengalami penurunan penjualan.

"Biasanya dalam sehari bisa habis 23 kilogram daging sapi, sekarang tujuh kilogram saja sudah banyak," kata salah seorang pedagang sate Ardi.

Sebelumnya Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat, menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melanjutkan kasus temuan sate Padang yang diduga dibuat dari daging babi.

"Prosesnya saat ini masih dalam penyelidikan, dan kami menunggu hasil uji Labfor keluar," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan.

Ia mengatakan hasil pengujian nanti untuk membuktikan apakah benar bahwa sate itu terbuat dari daging babi," katanya.

Ia menyebutkan jika hasil Labfor keluar pihaknya segera melakukan gelar perkara untuk melanjutkan proses kasus.

Sejak kasus itu diserahkan oleh Dinas Perdagangan Padang, polisi telah memintai keterangan dari belasan saksi. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar