Diperingatkan Bawaslu, Ma'ruf Amin batal mengisi kuliah umum di UIN Padang

id maruf amin, uin

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj./)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Pelaksanaan kuliah umum dan diskusi ilmiah yang akan menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus calon wakil presiden, KH Ma’ruf Amin, di kampus Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat , pada Jumat (8/2) batal digelar .

"Berdasarkan jadwal memang akan digelar diskusi ilmiah oleh Ma'ruf Amin di Kampus UIN Padang pada Jumat (8/2), namun belakangan diketahui kegiatan tersebut masuk dalam jadwal kampanye," kata Kepala Sub Bagian Humas UIN Imam Bonjol Padang Getri Ardenis, di Padang, Kamis.

Pihak kampus mengetahui perihal tersebut dari Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye (STTPK) yang dikeluarkan Polda daerah setempat, dan dalam surat dibunyikan kalau kegiatan di Kampus UIN Padang masuk di dalam jadwal.

"Kalau kegiatannya sebatas diskusi ilmiah tidak ada masalah, tapi untuk kampanye tentu tidak bisa, karena kampanye dilarang di lembaga pendidikan," katanya.

Akhirnya Rektor UIN Imam Bonjol padang, Eka Putra Wirman memutuskan kegiatan tidak jadi diselenggarakan di dalam kampus.

Alasan tersebut juga diperkuat oleh surat Badan Pengawas Pemilu Sumbar nomor 024/K.Bawaslu.SB-14/PM.02.00/II2019 yang diterima Kampus UIN, berisi imbauan agar tidak menggunakan sarana pendidikan sebagai tempat kampanye, pada surat tersebut juga terlampir STTPK.

Pihak kampus sebelum mengambil keputusan juga telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian.

Sementara Ketua Bawaslu Padang Dorri Putra mengatakan pihaknya tidak melarang kegiatan tersebut namun hanya mengingatkan kalau kampanye dilarang di lembaga pendidikan dan bisa diancam pidana.

Mengingat pada STTPK disebutkan kalau kegiatan di kampus UIN IB Padang pada Jumat (8/2), masuk dalam jadwal kampanye.

Sebelumnya Ma’ruf Amin dijadwalkan datang ke UIN IB Padang pada Jumat (8/2/), menjadi pembicara dalam diskusi ilmiah dengan tema “Arus Baru Ekonomi Indonesia yang Berbasis Ekonomi Keumatan”.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar