Bawaslu Pariaman panggil Ketua KPU terkait dugaan pelanggaran pemilu

id Bawaslu Pariaman,Dugaan Pelanggaran Pemilu,Ketua KPU

Koordinator Divisi Penindakan dan Pencegahan Bawaslu Kota Pariaman Elmahmudi. (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M S)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pariaman, Sumatera Barat, memanggil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat Abrar Aziz untuk meminta klarifikasi terkait dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukannya.

"Kami telah meminta keterangan pelapor, beberapa saksi, dan terlapor terkait hal ini. Dan masih ada saksi yang harus kami periksa lagi," kata Koordinator Divisi Penindakan dan Pencegahan Bawaslu Kota Pariaman Elmahmudi di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan setelah meminta keterangan dari sejumlah pihak, Bawaslu Kota Pariaman akan menyusun kajian sehingga dapat disumpulkan ada atau tidaknya pelanggaran.

Ia menyampaikan berdasarkan informasi yang dilaporkan oleh pelapor bahwa adanya pertemuan antara penyelenggara Pemilu dengan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Untuk memutuskan kasus ini pihaknya menggunakan lebih dari dua saksi guna mengetahui bagaimana peristiwanya.

"Namun informasi secara rinci terkait bagaimana pertemuan tersebut masih dalam kajian kami," ujarnya.

Ia menyebutkan dugaan pelanggaran tersebut merupakan kasus pertama yang ditangani pihaknya selama Pemilu 2019.

Sementara itu, Abrar Aziz mengatakan ada dua poin penting yang ditanyakan kepada dirinya selama klarifikasi dari Bawaslu Pariaman yaitu terkait kronologis pertemuan dan hubungannya dengan Dahnil.

"Pertanyaannya banyak cuma intinya dua itu," kata dia.

Ia mengatakan kronologis pertemuan tersebut yaitu pada Selasa (22/1) usai Maghrib, yang mana saat itu Dahnil menghubunginya untuk meminta rekomendasi rumah makan di Pariaman.

Ia pun menunjukkan rumah makan tersebut sehingga terjadi pertemuan selama 30 menit. Namun selama itu, lanjutnya tidak banyak pembicaraan yang berarti.

"Di rumah makan kan orangnya banyak, banyak yang kenal sama Pak Dahnil dan minta foto. Jadi tidak banyak pembicaraan yang serius. Bahkan dia mengatakan saya gemukan," ujar dia.

Ia memastikan pertemuan tersebut tidak ada pembicaraan yang berhubungan dengan politik, Abrar pun siap memenuhi panggilan berikutnya terkait hal tersebut.

Ia pun sudah dipanggil KPU Sumbar untuk mengklarifikasi terkait beredarnya foto pertemuannya dengan Dahnil. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar