16 warga binaan di Agam terdaftar sebagai pemilih pemilu

id DPT Pemilu,KPU Agam,Warga Binaan terdaftar di DPT

16 warga binaan di Agam terdaftar sebagai pemilih pemilu

Petugas Disdukcapil Agam sedang melakukan uji biometrik atau pembenaran data bagi warga binaan Lapas Klas II B Lubukbasung, Kamis (17/1). (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat hanya 16 dari 858 warga binaan di Lembaga Masyarakat (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di daerah itu yang terdaftar pada daftar pemilih tetap Pemilu 2019.

Ketua KPU Agam, Riko Antoni di Lubukbasung, Kamis, mengatakan, 16 warga binaan itu berasal dari Lapas Klas II B Lubukbasung empat orang dari 287 warga binaan.

Sedangkan di Lapas Klas II B Biaro delapan orang dari 537 warga binaan dan Rutan Maninjau empat orang dari 34 warga binaan.

"Mereka ini sudah terdaftar pada DPT Pemilu serentak pada 17 April 2019," katanya.

KPU telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Agan untuk melakukan uji biometrik atau pembenaran data, Kamis (17/1), untuk mengetahui apakah mereka sudah memiliki KTP-el karena pada umumnya mereka tidak membawa identitas berupa KTP.

"Dengan uji biometrik itu maka bisa mengetahui asal mereka dan apakah sudah memiliki KTP-el," katanya.

Bagi warga binaan yang belum masuk DPT atau warga di luar Agam, maka mereka akan dimasukan pada Daftar Pemilih Khusus Dua (DPK2).

Namun bagi warga binaan yang bukan warga Agam, mereka akan dimasukan ke Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

"Mereka memberikan pilihan sesuai daerah mereka. Apabila mereka warga luar Agam atau luar daerah pemilihan, maka mereka hanya memilih calon anggota DPRD Sumbar, DPR-RI, DPD-RI dan presiden," katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Agam, Misran menambahkan, perekaman data ini untuk menyukseskan Pemilu dan memberikan hak suara kepada pemilih di Lapas dan Rutan.

Selain di Lapas dan Rutan, Disdukcapil Agam juga melakukan perekaman data pelajar yang telah berusia 17 tahun saat hari pemilihan.

"Kami juga melakukan perekaman data KTP-el bagi warga yang belum memiliki KTP dalam mengakomodir hak suara masyarakat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar