Kominfo sosialisasikan teknologi informasi di Solok Selatan

id Kominfo,santripreaneur Indonesia ,Badan aksebilitas telekomunikasi dan informasi

Staf Ahli Kominfo Nurwahyudi menjelaskan betapa pentingnya pengelolaan tekhnologi informasi dan ini harus dipergunakan dengan bijak agar generasi muda tidak menyebar konten hoax, fitnah dan lainnya yang bisa menghambat pembangunan daerah (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Badan aksebilitas telekomunikasi dan informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bekerja sama dengan santripreaneur Indonesia menyosialisasikan pentingnya mengenali teknologi informasi secara bijak untuk pembangunan kepada generasi muda di kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Rabu.

"Kegiatan ini merupakan upaya santripreaneur Indonesia bersama pemerintah melalui Bakti Kominfo untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan optimal," kata Staf Ahli Kominfo Nurwahyudi, di Padang Aro.

Dia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) khususnya media sosial di Indonesia sangat pesat sehingga terbentuk era baru yang sering dikenal dengan era milenial.

Era milenial merupakan era dimana para generasinya tidak bisa lepas oleh sosial media mapun smartphone.

"Apabila generasi milenial tidak diberikan arahan dan kawalan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dikhawatirkan terseret oleh dampak negatif perkembangan TIK seperti berita hoaks, fitnah dan ujaran kebencian di media sosial," ujarnya.

Menurutnya TIK layaknya dua mata pisau, yakni membawa dampak yang sangat positif bila digunakan secara bijak dan optimal.

Namun sebaliknya jika tidak digunakan secara bijak, generasi muda akan terseret oleh dampak negatif dari sosial media maupun internet.

Dia berharap para santri dan siswa siswi serta masyarakat sekitar bisa memaksimalkan penggunaan sisi positif internet untuk mengembangkan bisnis, sehingga bisa meningkatkan jangkauan pemasaran dan memajukan perekonomian masyarakat.

Sosialisasi yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-hidayah Tarbiyah Islamiyah ini merupakan tempat ketujuh kalinya karena sebelumnya juga sudah dilaksanakan di kabupaten Aceh, Singkil, Gunung Sitoli, Blitar Utara, Nias Selatan, Nias Barat dan Pasaman Barat.

Gelaran acara yang bertajuk Bakti Kominfo Untuk Negeri tersebut mengusung tema pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi guna menunjang pembangunan infrastruktur melalui sosialisasi enterpreanur digital untuk santri.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Yulian Efi mengatakan perkembangan teknologi informasi saat ini tidak bisa dihambat dan terus berkembang sehingga mau tidak mau semua harus mengikutinya, karena kebutuhan manusia sehari hari saat ini juga akan berhubungan dengan teknologi.

"Dulu kita mendapat informasi melalui koran yang dibaca tiap pagi hari, namun sekarang informasi tersebut dengan mudah kita dapatkan dimana dan kapan saja bisa kita peroleh hanya dengan menggenggam sebuah smart phone," ujarnya.

Ia berharap, melalui sosialisasi bakti kominfo ini generasi muda dan masyarakat Solok Selatan dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan bijak, tidak mudah terpengaruh dengan isu negatif dan ikut ikutan menyebarkan berita hoax.

"Ambil yang positif dari teknologi informasi, tinggalkan yang negatifnya," katanya.

Dia menambahkan, peran orang tua juga sangat diperlukan agar generasi muda di Solok Selatan tidak mudah terpengaruh dengan sisi negatif dari perkembangan teknologi informasi.

"Orang tua harus selalu mengawasi anaknya dalam menggunakan teknologi informasi supaya tidak digunakan untuk kegiatan negatif," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar