Penyakit Malaria mewabah di Pasaman Barat

id Malaria,Malaria mewabah di Pasaman Barat

Ilustrasi - Malaria.

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) fokus mengatasi penyakit malaria yang mewabah di daerah itu sejak satu bulan terakhir.

"Sekitar 46 orang warga positif malaria dan sudah menjadi perhatian serius oleh Pemprov Sumbar. Saat ini pasien yang mengidap malaria sudah mendapat perawatan intensif," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Haryunidra di Simpang Empat, Rabu.

Ia mengatakan warga yang terjangkit malaria itu berada di tiga titik yakni di Jorong Sopo Bawak, Jorong Bayang dan Jorong Bukit Malintang Kecamatan Gunung Tuleh.

Pihak Puskesmas Sungai Aur dan Puskesmas Rabijonggor diminta fokus mengoptimalkan seluruh tenaga kesehatan untuk menangani kasus malaria tersebut.

"Wilayah kerja Puskesmas Rabijonggor dan Puskesnas Sungai Aur rawan terdampak serangan maralia sehingga dibutuhkan kerjasama agar wabah itu tidak menyebar ke daerah lainnya," ujarnya.

Menurutnya, 46 warga yang terjangkit sudah menjalani perawatan dan juga sudah membaik. Namun masih menjalani proses penyembuhan di rumah masing-masing.

Ia menyebutkan, penyebaran penyakit malaria sepanjang bulan Januari itu mendapatkan perhatian dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.

Pihaknya memberikan perhatian dengan memberikan bantuan penanganan dini agar malaria tidak meluas.

Pihaknya telah menyalurkan sejumlah obat-obatan pada masyarakat dan kelengkapan barang yang bisa mencegah penyebaran penyakit akibat nyamuk itu.

"Perlengkapan yang diberikan adalah kelambu. Kelambu ini penting untuk wanita hamil dan balita," ujarnya.

Meski sudah ditetapkan kejadian luar biasa oleh Pemprov Sumbar, hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat kasus tersebut.

"Sebagian warg yang dirawat sudah ada yang pulang kerumah. Kepada warga diharapkan dapat memeriksakan kesehatan secara rutin," imbaunya.

Selain itu juga diharapkan warga memperhatikan kebersihan lingkungan sebab penyakit malaria terkait dengan faktor kebersihan lingkungan tempat tinggal.

"Penyakit malaria ini diprediksi bisa bertambah karena awal tahun saja sudan 46 orang positif malaria. Dibandingkan tahun lalu hanya 70 kasus sehingga dibutuhkan perhatian semua pihak terutama masyarakat sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan," sebutnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar