Gara-gara memeras, residivis kasus pencurian ini kembali diborgol polisi

id penjara

Ilustrasi. (Antara)

Solok, (Antaranews Sumbar) - Seorang residivis kasus pencurian ETS (36), ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Kota, Senin, sekitar pukul 04.30 WIB karena melakukan pemerasan dengan cara menuduh korbannya berbuat asusila.

"Peristiwa pemerasan bermula pada Minggu (3/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban Nofrizal (22) saat itu mengendarai sepeda motor dengan teman perempuannya. Tanpa disadari, Nofrizal sudah dibuntuti pelaku ETS," kata Kapolres Solok AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Reskrim setempat, Iptu Zamri Elfino di Solok, Rabu.

Kemudian sesampai di tempat yang sepi, pelaku menyalip motor korban dan mengambil kunci motor.

Pelaku yang mengaku sebagai ketua pemuda setempat menuduh korban sudah berbuat mesum di Kelurahan Laing.

Dengan alasan tersebut, pelaku membawa korban ke tempat sepi. Di sana ETS meminta barang milik korban berupa sebuah tas berisikan uang Rp300 ribu dan handphone.

Pelaku kemudian meninggalkan korban begitu saja. Korban yang merasa tidak senang melaporkan kejadian tersebut melalui Facebook Polres Solok Kota sekitar pukul 22.21 WIB, Minggu (3/2).

"Ketika kami menerima pengaduan lewat Facebook, tim langsung merespon pengaduan tersebut," ujarnya.

Ia menyebutkan, pelaku berhasil diringkus di sebuah tempat kurang dari 24 jam. Menurutnya, respon cepat terhadap pengaduan dari masyarakat melalui media sosial (Facebook) sebuah dedikasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres setempat. Pelaku akan dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar