Belum genap sebulan, Polres Bukittinggi telah ungkap 12 kasus narkoba

id Polres Bukittinggi,Kasus narkoba ,Narkoba di Bukittinggi

Ilustrasi - Kejari Bukittinggi bersama TNI, kepolisian dan pemerintah daerah setempat saat memusnahkan 27 kilogram narkoba jenis ganja dan sabu di halaman kantor Kejari Bukittinggi, Rabu (19/7). (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, telah mengungkap 12 kasus penyalahgunaan narkoba di Bukittinggi dan Kabupaten Agam bagian Timur selama Januari 2019.

Wakil Kepala Kepolisian Resor setempat, Kompol Sumintak di Bukittinggi, Selasa, mengatakan dari 12 kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa 60 gram sabu-sabu dan satu kilogram ganja.

"Hingga 28 Januari 2019, dari 12 kasus tersebut kami menangkap 13 tersangka laki-laki dan satu orang perempuan," katanya.

Ia menerangkan cara efektif untuk memutus peredaran narkoba harus dimulai dari lingkup keluarga yaitu berupa bimbingan dari orangtua terhadap anak kemudian melalui peran aktif dari tokoh agama atau tokoh masyarakat.

"Dimulai dari keluarga, orangtua bentengi anak dengan aktivitas positif. Bagi masyarakat kami juga imbau agar segera melapor jika menemukan ada aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal," katanya.

Tanpa peran aktif masyarakat tersebut, menurutnya kepolisian akan kesulitan menuntaskan kasus narkoba karena dalam hal itu pencegahan lebih baik dilakukan berupa peran aktif masyarakat untuk saling mengingatkan dan menginformasikan.

Sebelumnya selama 2018, Polres Bukittinggi mengungkap 61 kasus narkoba. Dari kasus itu polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 53.802 gram dengan 58 tersangka, ganja seberat 46.491 gram dengan 22 tersangka serta ekstasi sebanyak 493 butir.

Hal itu menandakan bahwa Bukittinggi sudah menjadi tujuan peredaran narkoba, bukan lagi daerah perlintasan dalam peredaran narkoba.

"Karena itu kami ingatkan lagi peran keluarga agar membentengi anak. Kami juga harapkan peran tokoh masyarakat yang cukup dikenal di lingkungan masyarakat dalam menyebarkan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar