Penderita kusta Padang Pariaman tinggal sendirian di rumahnya

id padang pariaman

Indonesia Tanpa Kusta (Istimewa)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Salah seorang penderita kusta di Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecematan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat Fiman Zen alias Arifin (61) tinggal sendirian di rumahnya meski memiliki keterbatasan fisik.

“Dirinya sudah lama tinggal sendiri yang mana biaya hidupnya dibantu oleh keluarga dan warga setempat," kata Bhabinkamtibmas setempat Polres Padang Pariaman, Aipda Fitriadi di VII Koto Sungai Sariak, Minggu.

Ia mengatakan bantuan tersebut karena Arifin memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak bisa mencari biaya hidupnya sendiri.

Meskipun memiliki keterbatasan fisik namun Arifin memasak sendiri di rumah semi permanen dengan ukuran ruangan sekitar 4x5 meter.

Dengan ukuran tersebut terpaksa kamar tidur, dapur, kayu bakar serta perlengkapan lainnya tergabung ke dalam satu ruangan.

Kondisi tinggal sendiri tersebut telah ia jalankan semenjak 1991 karena tidak mau terlalu mempersulit saudaranya yang sekarang tinggal di Lubuk Alung.

Sementara itu, Arifin mengatakan sekali seminggu keluarganya datang ke rumahnya untuk mengatarkan sambal dan memenuhi kebutuhan memasaknya.

Ia menyampaikan penyakit tersebut dideritanya semenjak usia sembilan tahun sehingga dirinya harus berhenti sekolah.

"Sempat dirawat di rumah sakit beberapa tahun namun karena keterbatasan biaya akhirnya rawat jalan," katanya.

Saat ini Arifin hanya ditemani oleh radio untuk mengetahui perkembangan terbaru tentang Padang Pariaman dan nasional.

"Ketika piala dunia saya akan ke Lubuk Alung untuk menonton televisi," ujarnya.

Selain mengharapkan bantuan dari keluarga dan warga setempat dirinya juga mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat yang diterimanya melalui program keluarga harapan untuk disabilitas berat yang diterima empat kali setahun.

"Beberapa tahun lalu dana bantuan dari pemerintah banyak namun sekarang sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari," kata dia.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar