TNI perkenalkan pemanfaatan Bios 44 untuk lingkungan di Sumbar

id bios 44,korem wirabraja,kodim agam

Prajurit TNI mengenalkan cara meramu Bios 44 di Kodim 0304 Agam, Kamis. (Antara Sumbar/Ira Febrianti)

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Komando Resort Militer 032/Wirabraja mulai memperkenalkan pemanfaatan Bios 44 melalui Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Rayon Militer (Koramil) di Sumatera Barat.

Danrem 032/Wirabraja Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo dalam sosialisasi pemanfaatan Bios 44 di Kodim 0304 Agam di Bukittinggi, Kamis, mengatakan pemanfaatan Bios 44 diharapkan dapat menjadi alternatif untuk aktivitas yang berhubungan dengan lingkungan.

"Sebenarnya kecocokannya dengan struktur tanah di Sumbar masih terus kami pelajari bersama pemangku kepentingan di sini dan lakukan ujicoba serta sosialisasi," katanya.

Bios 44 merupakan kumpulan mikroorganisme yang mampu memproduksi endospore yang tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem dalam jangka waktu lama.

Sementara endospore adalah zat yang terbentuk saat mikroorganisme "stress" terhadap asupan makanan, memungkinkan organisme Bios 44 bertahan dalam lingkungan sampai kondisi membaik.

Bios 44 dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, menyuburkan tanah bekas tambang hingga mencegah kebakaran lahan.

Produk itu merupakan inovasi dari TNI ketika pada 2016 kasus kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dinilai cukup parah.

"Kebetulan saat itu saya bertugas di Dansatgas menginisiasi bagaimana cara mengatasi kebakaran lahan tersebut dengan mempelajari struktur tanah, kebiasaan masyarakat dan mekanisme kerja pemerintah setempat," katanya.

Salah satu bentuk keberhasilan pemanfaatan Bios 44 yaitu penebaran cairan itu di lahan gambut di Sumatera Selatan sehingga saat Asian Games 2018 di Palembang tidak terjadi kebakaran lahan.

Mikroorganisme di dalam Bios 44 yang disebar di lahan gambut berperan menurut rongga gambut sehingga tidak mudah terbakar.

Ia menerangkan jika pemanfaatan Bios 44 cocok untuk kondisi lingkungan di Sumbar, penyebarannya kepada masyarakat terutama untuk usaha di pertanian dan perikanan.

"Produk ini diciptakan untuk kemudahan, kami siapkan bahan baku lalu petani yang belajar olah sendiri. Tahap awal ini kami sebarkan secara gratis dulu," katanya.

Dandim 0304 Agam Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara mengatakan di wilayahnya Bios 44 disebarkan melalui Koramil yang kemudian mengenalkan pada para petani.

"Uji cobanya dengan cara perbandingan, sebagian lahan pakai Bios 44, sebagian tidak. Nanti petani sendiri yang putuskan mau lanjut pakai atau tidak," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar