Ini program ekonomi yang ditawarkan Ma'ruf Amin

id Ma'ruf Amin,Pilpres 2019,Program Pemberdayaan Ekonomi

Cawapres KH Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/ama/18)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Calon Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menawarkan program pemberdayaan ekonomi umat, melalui gagasan Arus Baru Ekonomi Indonesia, sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat menghadiri dialog kebangsaan di Nganjuk, Jawa Timur, Selasa, Ma'ruf memaparkan tiga upaya menyukseskan pemberdayaan ekonomi umat, yang akan dilakukannya jika terpilih menjadi Wakil Presiden RI.

"Pertama mendorong kemauan masyarakat untuk terjun sebagai wirausahawan," kata Ma'ruf.

Kedua, pemerintah juga harus mengeluarkan regulasi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi umat.

Ketiga, dirinya akan mendorong kelompok ekonomi kuat untuk mau berkolaborasi dengan masyarakat ekonomi lemah.

Dia menekankan sinergitas antara kelompok ekonomi kuat dan lemah adalah kunci pemberdayaan ekonomi umat. Menurut dia, melalui sinergitas dan kolaborasi, maka disparitas akan semakin mengecil.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan bahwa selama ini arus pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan menciptakan konglomerasi dengan harapan dapat memberikan efek ke golongan bawah.

Faktanya, efek tetesan itu tidak terjadi. Akibatnya disparitas justru semakin lebar.

Dia mencetuskan agar penguatan ekonomi dilakukan dari bawah ke atas yakni dengan memperkuat kelompok ekonomi lemah tanpa melemahkan kelompok ekonomi kuat.

Sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi umat, Ma'ruf mengaku telah menggagas program Santri Bagus Pintar Ngaji Usahawan atau "Gus Iwan".

Dengan program itu, dirinya ingin mendorong santri membuka mata tentang dunia usaha. Sebab, kata dia, tidak semua santri akan menjadi kiai, melainkan dapat menjadi wirausahawan.

Dalam acara dialog kebangsaan itu, Ma'ruf juga meluncurkan produk Kopi Abah yang merupakan produk hasil rintisan para santri. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar