Pemkot Payakumbuh menilai program pengentasan kemiskinan sukses

id kemiskinan,payakumbuh,dinsos,bps

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kota Payakumubuh, Ance di Payakumbuh, Jumat. (sumbar.antaranews.com/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mencatat terjadi penurunan jumlah warga miskin yang berbanding lurus dengan keberhasilan program pengentasan kemiskinan di Payakumbuh pada 2018 .

"Dalam upaya pengentasan kemisikinan di Kota Payakumbuh pemko telah mesukseskan program pengentasan kemiskinan terhadap warga kurang mampu di Payakumbuh," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kota Payakumubuh, Ance di Payakumbuh, Jumat.

Menurutnya keberhasilan program itu terlihat dari penurunan angka kemiskinan di Kota Payakumbuh berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yakni total warga miskin di Kota Payakumbuh sepanjang 2018 berjumlah 42.568 jiwa menurun dibandingkan 2017 yakni berjumlah 66.979 jiwa.

"Untuk indikator rumah intervensinya itu sudah ada melalui batuan RTLH (Rumah Tak Layak Huni) dan jika tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar melalui program bantuan pangan non tunai kemudian untuk pendidikan dan kesehatan intervensinya PKH (Program Keluarga Harapan)," kata dia.

Ia mengatakan melalui program itu, Dinas Sosial bersama dinas terkait terus berupaya menjalankan program yang diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin.

Ance menyebut menurunnya angka kemiskinan penduduk atau per individu juga sejalan dengan penurunan jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin.

“Jumlah KK miskin pada 2018 berjumlah 9.946 KK menurun dari 2017 KK miskin sebanyak 10.877,” Kata Ance.

Ance mengatakan data kemiskinan mikro di Kota Payakumbuh juga berbanding lurus persentase kemiskinan makro yang sama-sama mengalami penurunan.

Kemudian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Payakumbuh pada 2017, persentase kemiskinan di Payakumbuh sebesar 5,88 persen.

“Pada 2018 ini kami mencatat persentase kemiskinan di Kota Payakumbuh adalah 5,77 persen,” kata Kepala BPS Payakumbuh, Yon Andri.

Kepala BPS menjelaskan data kemiskinan makro yang dihasilkan oleh BPS adalah data kemiskinan yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Sedangkan Data kemiskinan mikro meliputi data lengkap keterangan sosial ekonomi setiap individu rumah tangga, termasuk nama dan alamat untuk mengakses yang bersangkutan dalam rangka pelaksanaan program perbaikan kesejahteraan.

Data kemiskinan mikro berguna untuk target sasaran rumah tangga (RTS) secara langsung seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan program lainnya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar