Kunjungan wisatawan ke 21 objek wisata Agam meningkat sepanjang 2018

id danau maninjau

Salah satu program nasional Unit Pelaksana Teknis Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Danau Maninjau tempatnya di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam. (Antara Sumbar/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke 21 objek wisata di daerah itu meningkat dari 653.108 orang pada 2017 menjadi 704.084 orang 2018.

"Terjadi peningkatan jumlah kunjungan sebanyak 50.976 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Erniwati di Lubukbasung, Jumat.

Ia mengatakan, kunjungan wisatawan nusantara meningkat dari 633.353 orang pada 2017 menjadi 690.913 orang pada 2018.

Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan dari 19.755 orang pada 2017 menjadi 13.171 orang atau turun 6.584 orang.

"Kunjungan wisatawan mancanegara ini turun semenjak tiga tahun terakhir dari 32.019 orang pada 2016, menjadi 19.755 orang 2017 dan 13.171 orang pada 2018," kata dia.

Dari kunjungan ke destinasi, ia menguraikan ke 704.084 wisatawan itu berkunjung ke 21 objek wisata yakni Bandar Mutiara sebanyak 13.848 orang, Pasia Tiku 85.153 orang, Muko-muko 42.114 orang, Ambun Tanai 7.436 orang.

Sedangkan Objek Wisata Ambun Pagi 57.249 orang, Lawang Park 35.205 orang, Tigo Balai Nan Basa 99.099 orang dan lainnya.

"Ke 21 objek wisata ini merupakan destinasi andalan yang dimiliki Agam," katanya.

Pada 2019, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat menargetkan jumlah kunjungan meningkat 100 persen atau sekitar 1.408.168 orang.

Agar target itu tercapai, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi wisata melalui media cetak dan online.

Selain itu merenovasi sejumlah objek wisata, memberikan pelatihan bagi pengelola, mengadakan berbagai kegiatan dan lainnya.

"Ini program kita tahun ini dengan harapan target kunjungan tercapai nantinya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar