2019, Payakumbuh targetkan rehab 300 rumah tak layak huni

id payakumbuh,rusun,rtlh

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat menghadiri peresmian salah satu RTLH di Koto Panjang Dalam, Payakumbuh (ANTARA SUMBAR/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antara) - Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh, Sumatera Barat, menargetkan merehabilitasi 300 rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2019, atau bertambah 47 rumah dibanding tahun lalu yang berjumlah 253 rumah.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat menghadiri peresmian salah satu RTLH di Koto Panjang Dalam, Payakumbuh, Kamis, menyebutkan untuk 2019, dari 300 target RTLH yang akan direhab, 200 rumah berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).Sedangkan 100 rumah lainnya berasal dari APBD Kota Payakumbuh.

Pemkot, katanya tidak bisa melakukan rehab terhadap rumah warga yang tidak berada di atas tanah hak milik mereka. “Ketika ada tanah baru bisa dilakukan bedah rumah. Untuk 2018 ada beberapa rumah yang tidak bisa kita anggarkan karena tanahnya bukan hak milik warga tersebut,” jelasnya.

"Karena itu kita meminta warga agar bisa menyiapkan segala administrasi agar bedah rumah bisa dilakukan," kata Riza.

Masing-masing rumah tersedia anggaran sebesar Rp17,5 juta namun selesainya selalu di atas Rp30 juta karena ada bantuan dari yang lain.

"Seperti bantuan tenaga dari tetangga sekitar,” katanya.

Ia menyebut ada solusi lain yang bisa dilakukan Pemko Payakumbuh bagi warga yang tidak memiliki tanah yaitu membangun rumah susun (rusun).

"Sayangnya budaya masyarakat yang masih cukup asing dengan rusun membuat Pemko cukup kesulitan untuk merealisasikan wacana ini," ujar Wako

Wako khawatir Rusun sulit terisi jika pembangunan Rusun terealisasi dari anggaran pemerintah pusat. "Pertanyaannya, warga kita mau tidak mengisinya. Apalagi budaya kita masih cukup asing dengan rusun ini,” ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar