Kreatif, warga Padang Kelok tambah fungsi poskamling sebagai taman baca

id Poskamling Taman Bacaan,Taman Bacaan,Kota Literasi Padang Panjang

Seorang anak bermain ayunan di Taman Terpadu Padang Kelok di Padang Panjang. Sarana tersebut merupaka taman baca masyarakat (TBM) yang dibangun oleh warga setempat memanfaatkan fasilitas da lahan yang jarang terpakai. (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)

Padang Panjang, (Antaranews Sumbar) - Warga Kampung Padang Kelok, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mengubah pos keamanan lingkungan (Poskamling) sehingga memiliki fungsi tambahan menjadi taman baca bagi anak-anak dan warga di lingkungan setempat.

Poskamling sekaligus taman baca tersebut oleh warga setempat sementara ini diberi nama Taman Terpadu Padang Kelok.

Relawan Taman Terpadu Padang Kelok Linda Marni di Padang Panjang, Kamis, mengatakan tujuan warga menyediakan ruang baca di poskamling agar sarana yang biasanya sepi itu dapat lebih termanfaatkan.

Poskamling mulai digunakan sebagai ruang baca pada akhir 2017. Saat itu warga bersama-sama menyumbang buku yang sesuai untuk dibaca anak-anak dan menata poskamling dengan membuat rak sederhana, meja serta mengecat dengan warna menarik.

Selanjutnya pada 2018 saat diadakan lomba bulan bakti gotong royong di kota tersebut. Warga setempat lebih membenahi lokasi itu dengan menambah taman bermain bagi anak di lahan kosong samping poskamling.

Setelah itu, imbuhnya dapat sumbangan buku dari pemerintah daerah. Ia menambahkan karena banyak terdapat tanaman obat juga dibuat taman tanaman obat keluarga (toga).

"Jadi taman terpadu, ada poskamling sekaligus taman baca, di sebelahnya ada taman bermain dan taman toga," katanya.

Taman toga, ujarnya, dalam jangka panjang diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga di kampung itu.

"Sebagai kader kesehatan, di sini kami juga berbagi informasi mengenai manfaat tanaman tertentu dalam pengobatan," sebutnya.

Sementara ini pemanfaatannya masih untuk warga di setempat tapi ke depan ada harapan dapat terus berkembang sehingga jadi penghasilan tambahan, ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang Panjang Alvi Sena mendorong agar aktivitas di Taman Terpadu Padang Kelok dijaga supaya tetap hidup.

Menurutnya aktivitas tersebut termasuk dalam kegiatan literasi yaitu aktivitas yang mengajak masyarakat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Pihaknya mengarahkan agar Taman Terpadu Padang Kelok menjadi wadah berdiskusi bagi warga di lingkungan sekitar mengenai potensi maupun permasalahan yang ada di sana untuk diselesaikan bersama. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar