Sanggar seni tradisional diharapkan membentengi generasi muda dari dampak negatif zaman

id sanggar,seni,randai,maruhun,sati,payakumbuh,minangkabau

Sanggar seni tradisional diharapkan membentengi generasi muda dari dampak negatif zaman

Persemian Sanggar Seni Randai Maruhun Sati (ANTARA SUMBAR/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Dalam rangka untuk melestarikan kembali tradisi kesenian adat Minangkabau yang mulai pudar sejumlah pemangku adat, tokoh masyarakat Kenagarian Tiakar, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur meresmikan Sanggar Seni Randai Maruhun Sati, Kamis.

"Kita ingin menghidupkan kembali Sanggar Randai Maruhun Sati sebagai wadah bagi masyarakat untuk menjaga budaya kita seperti Randai, sastra dan tradisi lainnya," kata Yosrizal, Ketua Sanggar Seni Randai Maruhun Kenagarian Tiakar di sela-sela peresmian di Payakumbuh, Kamis.

Ia mengatakan sanggar tersebut sudah berdiri sejak 1990 namun kegiatannya mengalami pasang surut dan sampai vakum dari aktivitas kesenian tradisional.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparpora Payakumbuh, Nirdawati mengatakan sanggar ini sebagai wadah untuk aktivitas seni tari, seni randai dan seni sastra yang bisa menjadi sanggar komunitas untuk membangun seni budaya di Payakumbuh.

"Mudaha-mudahan ini menjadi contoh bagi masyarakat untuk melestarikan budaya," ujarnya.

Ketua Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh Wirianto Datuak Paduko Bosa Marajo mengatakan peresmian sanggar ini mampu membentengi masyarakat dari pengaruh negatif perkembangan zaman.

Selain seagai wadah pelestarian budaya, Sanggar Randai Maruhun Sati sebagai juga sebagai wadah untuk semua kesenian tradisional Minangkabau dan menyampaikan pesan-pesan moral melalui seni tersebut.

"Seperti di dalam itu kan ada cerita yang bisa menjadi wadah untuk kritik kepada pemerintah dan fenomena masyarakat," ujarnya.

Sanggar Randai Maruhun Sati saat ini, ada pergeseran dari kondisi sanggar terdahulu, yaitu adanya pembaharuan kesenian tradisional dari pola lama ke pola baru

“Unsur tradisionalnya tidak hilang, tetapi ada pembaharuan ke pola yang baru,” ucapnya.

yosrizal menambahkan Sanggar Seni Randai Maruhun Sati terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam menjaga kesenian tradisional Minangkabau.

“Tak hanya untuk kenagarian Tiakar tetapi untuk warga Payakumbuh Sanggar ini terbuka bagi siapa saja,” kata dia.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Payakumbuh Yb Dt Parmato Alam mengatakan sangat mendukung penuh terbentuknya sanggar kesenian dalam menjaga adat basandi syara', syara' basandi kitabullah sesuai falsafah hidup orang Minangkabau.

"Kita berupaya untuk melengkapi peralatan kesenian untuk kebutuhan sanggar dari dana pemerintah," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar