Pemerintah pusat pastikan jalan ke Pelabuhan Teluk Tapang dibangun

id Pelabuhan Teluk Tapang

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit didampingi Kepala Bappeda Pasaman Barat, Joni Hendri saat meninjau pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis beberapa waktu lalu bersama rombongan Kemenko Maritim.

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Pembangunan jalan menuju pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) dipastikan dilanjutkan pada 2019.

"Jika tidak ada aral melintang jalan menuju Pelabuhan Teluk Tapang pada 2019 ini bakal dimulai dari anggaran pemerintah pusat," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pasaman Barat, Joni Hendri di Simpang Empat, Kamis.

Ia mengatakan sesuai beberapa kali pertemuan yang dilakukan maka pemerintah pusat dipastikan memprioritaskan pembangunan jalan menuju pelabuhan.

Menurutnya anggaran yang disedikan pada 2019 lebih dari Rp53 miliar. Anggaran itu bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Dana Alokasi Khusus melalui Provinsi Sumbar dan Kementrian Perhubungan.

"Kita masih melakukan upaya penambahan anggaran sampai pembangunan jalan bisa tuntas dan pelabuhan bisa beroperasi," katanya.

Ia menjelaskan keberadaan pelabuhan sangat strategis untuk membantu Pelabuhan Teluk Bayur Padang sehingga potensi alam bisa dibawa melalui jalur laut.

Selain itu juga dengan adanya pengoperasian Teluk Tapang maka Pasaman Barat akan terbuka dan akan menghidupkan ekonomi warga.

Saat ini Pasaman Barat masih status daerah tertinggal. Dengan adanya pelabuhan ini tentu akan bisa membuka akses dengan harapan Pasaman Barat lepas dari daerah tertinggal.

"Setidaknya sekitar 42 kilometer jalan belum tuntas dan memakan biaya yang besar. Paling tidak membutuhkan sekitar Rp400 miliar untuk merampungkan jalan dan delapan jembatan," katanya.

Ia menambahkan potensi alam Pasaman Barat sangat besar. Mulai dari kelapa sawit atau CPO, ikan, tambang biji besi dan potensi lainnya maka keberadaan pelabuhan sangat berarti.

Dengan adanya pelabuhan maka akan memudahkan membawa hasil alam Pasaman Barat keluar daerah melalui jalur laut.

"Saat ini bangunan fisik pelabuhan sudan rampung. Tinggal akses jalan atau transportasi yang belum selesai. Kita berharap pemerintah pusat dapat menganggarkannya," katanya.

Apalagi, katanya saat ini sudah ada perusahaan yang sedang menambang biji besi dan dalam waktu dekat akan ada pembangunan pabrik semen, pabrik refeneri atau industri pengolahan minyak mentah kualitas besar.

"Tentu dengan potensi itu maka keberadaan pelabuhan sangat penting. Selain bisa mengangkat ekonomi masyarakat juga bisa membuka peluang kerja," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar