Ada ruang bermain bagi pasien anak di RSUD M Zein Painan

id RSUD M Zein Painan

Ruang bermain anak di RSUD M Zein Painan. (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Zein Painan, Pesisir Selatan terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada pasiennya dengan menyediakan ruang bermain bagi pasien anak sebagai upaya mempercepat penyembuhan mereka.

"Di ruang bermain terdapat seluncuran, meja belajar, sepeda-sepedaan hingga stiker animasi yang disukai anak-anak," kata Direktur RSUD M Zein Painan, Sutarman di Painan, Selasa.

Ia menambahkan, ruang bermain merupakan terapi dalam upaya mempercepat kesembuhan dan keberadaannya juga diharapkan mampu meminimalkan rasa jenuh pasien selama masa pengobatan hingga mendorong munculnya semangat untuk secepatnya sembuh.

"Jadi keberadaan ruang bermain juga sebagai sugesti kepada pasien," katanya lagi.

Selain itu juga diharapkan mampu mengubah pola pikir pasien mengenai rumah sakit, ternyata di rumah sakit tidak hanya terdapat jarum suntik, pil dan hal lain yang kebanyakan dari mereka tidak menyukainya namun juga ada tempat yang menyenangkan yakni ruang bermain.

Ia menyebutkan ruang bermain di rumah sakit itu dirintis pada 23 Juli 2018 dan terus dikembangkan hingga hingga saat ini.

Ruang bermain dengan ukuran lebih kurang 5X5 meter tersebut mampu menampung delapan pasien dengan pengawasan tiga perawat dan juga orang tua mereka.

Hanya saja ujarnya, tidak semua pasien anak bisa menggunakan ruang bermain tergantung dengan kondisi kesehatan mereka, hal itu dimaksud agar keberadaan ruang bermain tidak sebaliknya malah membuat keadaan mereka semakin buruk.

"Kondisi pasien hingga waktu bermain menjadi perhatian kami, satu jam bermain merupakan waktu yang tidak bisa ditawar sehingga pasien tidak kelelahan karena bermain," katanya lagi.

Pada 2017 jumlah pasien anak yang dirawat di RSUD M Zein mencapai 93.600 orang yang terdiri dari status umum sebanyak 9.56 orang dan ditanggung BPJS Kesehatan sebanyak 84.044 orang.

Sementara pada 2018 jumlah ini mengalami penurunan yang hanya 85.145 orang yang terdiri dari status umum sebanyak 8.086 orang dan BPJS Kesehatan sebanyak 77.059 orang. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar