Festival Talamau Mountain Cofee semarakkan HUT Pasaman Barat

id Festival kopi

Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto saat membuka Festival Talamau Mountain Cofee yang diadakan sejak 7 Januari-10 Januari 2019 di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat dalam rangka HUT ke-15 Pasaman Barat.

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Untuk pertama kalinya Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan festival kopi dengan menampilkan produk daerah itu dengan mengusung tema Festival Talamau Mountain Cofee.

"Benar, produk kopi Pasaman Barat saat ini perlu kita perkenalkan kepada masyarakat luas. Potensi ini perlu dikembangkan dan dukung bersama, kalau bisa kopi Pasaman Barat mendunia," kata Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto usai membuka Festival Talamau Mountain Cofee di halaman kantor bupati setempat.

Ia mengatakan festival kopi ini bisa terlaksana berkat kerjasama Pemkab Pasaman Barat dengan Asosiasi Kopi Pasaman Barat sejak 7 Januari-10 Januari 2019 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Pasaman Barat ke-15.

Banyak varian kopi lokal Pasaman Barat yang ditampilkan. Tidak hanya kopi lokal saja, berbagai kopi varian dari daerah lain di Sumatera Barat ikut juga ditampilkan.

Menurutnya, saat ini Pasaman Barat memiliki lahan perkebunan kopi robusta dan kopi arabika seluas lebih kurang 1.200 hektare dengan produksi mencapai 450 ton per tahun dengan rata-rata produktivitas lebih kurang 800 kiligram per hektare.

Ia mengharapkan petani dapat meningkatkan serta melakukan perluasan areal dimana tanah kita bagus dan berpotensi untuk di kembangkan lagi menjadi areal perkebunan kopi.

"Dengan mengukuti Festival ini diharapkan bisa menjadi ajang mendapatkan informasi, mengembangkan gagasan dan mempromosikan produk kopi yang ada. Mari ramai-ramai kunjungi festival ini," imbaunya.

Ia menyebutkan tanaman kopi sebenarnya bukan hal yang baru di Pasaman Barat. Sebab, di Pasaman Barat sudah sejak zaman penjajahan Belanda sudah mengembangkan kopi dulunya di Kecamatan Talamau.

Bahkan jejak-jejak perkebunan kopinya pun masih ada. Sehingga perlu dibangkitkan kembali.

Bahkan banyak bantuan dari pemerintah. Termasuk dari Kementrian Desa juga membantu alat bantu berupa alat panen kopi.

"Pasaman Barat ini salah satu penghasil kopi terbaik di Sumatera Barat. Kopi ini termasuk yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi karena usaha lifestyle nya semakin meningkat," sebutnya.

Ketua Panitia Mountain Talamau Kopi Festival yang juga merupakan Ketua Asosiasi Kopi Pasaman Barat, Marmis Asid mengatakan pada Festival Mountai Cofee, pengunjung dapat ikut serta dalam berbagai acara seperti kelas roasting, kompetisi manual brewin, leramal kopi, seruput kopi gratis, kopi dialog dan Talk show.

Pengunjung juga dapat membeli bubuk dan biji kopi dari petani daerah langsung, serta alat menyeduh kopi di booth yang tersedia.

"Festival Mountain banyak menampilkan varian kopi lokal di Pasaman Barat, seperti Mopi Tajo Taloe Minang, Kopi Minang Talu, Kopi Minang Kajai, Kopi Simpang Tibo Abu dan Kopi Kajai Equator.

Selain Kopi Pasaman Barat, kopi daerah lain juga ditampilkan di festival ini seperti kopi dari daerah Kabupaten Solok Selatan, Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh dan Agam.

"Sejauh ini terobosan petani kopi Pasaman Barat sudah sangat maju. Bahkan hasil produk jadi dan bahan natural kopi sudah di pasarkan ke Pulau Jawa dan Malaysia," katanya yang biasa dipanggil Bhobo ini.

Ia berharap dengan adanya festival ini, dapat menjadikaan varian kopi minang menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu memotivasi petani untuk mengenalkan produk kepada masyarakat dan pembeli.

Menurutnya potensi kopi varian arabika Pasaman Barat cukup tinggi dan menjanjikan. Satu haktere lahan bisa ditanam sekitar 2.500 batang dengan produksi 2,5 ton per tahun.

"Artinya petani bisa menjual RP100 ribu perkilogram dari proses natural. Sedangkan jika sudan diproses dalam bentuk bubuk bisa terjual Rp750 ribu di negara Malaysia," ujarnya.

Di ajang festival itu juga menampilkan stand peralatan atau perlengkalan pengolah kopi dari Uno Cafe dan Angkuno Koffie.

"Saat ini kita sudah menyediakan beragam peralatan kopi untuk memudahkan dan mendukung pelaku usaha kopi. Kami sudah hadir di SPR Plaza Lantai tiga atau depan matahari dept store," kata Owner Uno Cafe dan Angkuno Koffie, Ruri Febrianto. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar