Kantor Pertanahan Payakumbuh targetkan program sertifikat gratis tuntas 2021

id bpn,payakumbuh,sertifikat,tanah

Pengambilan sertifikat warga Kota Payakumbuh di Balai Kota (sumbar.antaranews.com/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antara) - Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kota Payakumbuh, Sumatera Bara,t menargetkan program sertifikat tanah gratis untuk warga Kota Payakumbuh selesai pada 2021.

“Secara nasional ditargetkan 2025 tidak ada lagi tanah yang tak bersertifikat namun kita menargetkan lebih cepat. Kami optimistis bisa menuntaskan pembuatan sertifikat tanah dalam dua atau tiga tahun ke depan,” kata Plt Kepala Kantor Pertanahan Kota Payakumbuh, Fitri Joni usai penyerahan sertifkat tanah di Payakumbuh, Senin.

Pahun 2019, Kantor Pertanahan Payakumbuh menargetkan 10 ribu dan hingga saat ini tercatat yang belum bersertifikat sebanyak 21 ribu bidang tanah.

“Jadi nanti seluruh tanah Indonesia semuanya bersertifikat sesuai nawacita presiden,” kata Fitri Jhoni.

Saat ini terjadi beberapa perubahan yakni tidak lagi menggunakan metode Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) melainkan sudah memakai metode Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL).

“Kalau Prona bisa terpecah-pecah sedangkan PTSL sekarang mesti sekaligus, di satu kelurahan itu harus lengkap pendaftaran sertifikat tanahnya oleh karena itu kita selesaikan dulu satu kecamatan baru ke kecamatan lain hingga tuntas seluruhnya,” kata dia.

Salah seorang warga peserta PTSL, Efendi Gurdi asal Kelurahan Payobasuang mengatakan dengan adanya program pembuatan sertifikat ini sangat memudahkannya dalam pengurusan sertifikat tanah yang selama ini cukup menyulitkan.

“Biaya gratis dan proses pengurusan mudah karena sistem pemerintah jemput bola, mudah-mudahan program ini terus dilanjutkan,” ujarnya.

Fitri Joni mengatakan jika ada pihaknya yang terbukti melakukan pungutan kepada masyarakat maka dia tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas.

"Akan kami tindak tegas kalau ada pegawai saya yang menarik pungutan sepeser pun BPN tidak pernah meminta," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar