KPU Solok tambah 28 anggota PPK, lima orang per kecamatan

id PPK

Pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) oleh KPU Kabupaten Solok, Rabu (2/1). (ist)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menambah 28 anggota Panitia Pemlihan Kecamatan (PPK) guna mencukupi kuota yang mengharuskan di setiap kecamatan ada lima anggota PPK sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.

"Putusan Mahkamah Konstitusi mengamanatkan jumlah anggota PPK lima orang per kecamatan, kemudian keluar Keputusan KPU RI nomor 221/2018 dan Surat Edaran KPU RI nomor 1509/2018," kata Ketua KPU Kabupaten Solok, Gadis di Arosuka, Senin.

Ia menyebutkan 28 anggota PPK tambahan itu telah dilantik pada Rabu (2/1), dan penambahan ini sudah melalui proses seleksi.

Sebelumnya hanya ada tiga anggota PPK per kecamatan, sekarang setiap kecamatan ada penambahan dua orang, sesuai penetapan KPU pusat, yakni lima PPK perkecamatan.

Gadis berharap dengan penambahan PPK ini, ke depannya mampu meningkatkan kinerja dan bisa memperhatikan detail-detail kecil dalam proses pemilu, agar setiap tahapan berjalan maksimal dan terkontrol.

Selain itu adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebanyak 16 orang di 15 nagari di Kabupaten Solok yang disebabkan adanya PPS yang menjadi anggota PPK, penambahan, dan ada juga yang mengundurkan diri.

Ia berpesan kepada anggota PPK dan PPS untuk menjaga integritas, kemandirian dan profesionalitas dalam menyelenggarakan pemilu di tingkat kecamatan.

Menurutnya untuk menyukseskan pemilu serentak butuh kerja sama dan sama-sama berkerja semua penyelenggara dari setiap tingkatannya dari KPPS, PPS, PPK dan juga KPU.

Sementara itu, Anggota KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM, Jons Manedi menyampaikan bahwa beban penyelenggaraan pemilu serentak makin berat dan rumit, dan butuh keseriusan dalam melaksanakan setiap tahapan yang ada.

"Penyelenggara punya tanggung jawab yang besar di samping partai politik dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat untuk memberikan hak suaranya di TPS pada 17 April 2019," ujarnya.

Di Kabupaten Solok, ada sebanyak 281.902 orang Daftar Pemilih Tetap (DPT), atau bertambah sebanyak 9.257 orang dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang sebelumnya berjumlah 272.645 orang.

Dengan rincian 139.896 orang pemilih laki-laki, dan 142.006 orang pemilih perempuan dari 14 kecamatan. Lalu jumlah pemilih tuna grahita (di kategorikan cacat mental) sebanyak 62 orang.

Pihaknya mengatakan KPU Kabupaten Solok sudah menerima 7.149 kotak suara yang terbuat dari kardus kedap air pada pertengahan Desember lalu. Walaupun banyak pro-kontra mengenai pengadaan kotak suara berbahan kardus, di Kabupaten Solok sendiri belum ada yang melakukan protes.

"Semua dokumenkan dimasukkan ke dalam sampul dan dibungkus dalam plastik, termasuk kotak juga dibungkus dengan plastik," jelasnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar