Stabilkan harga, Bulog bukittinggi sediakan 20 ton beras

id Operasi pasar

Operasi pasar digelar Bulog Bukittinggi untuk menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat. (Antara Sumbar/ Bulog Bukittinggi)

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Bulog Sub Divre Bukittinggi, Sumatera Barat, menyediakan 20 ton beras melalui operasi pasar untuk membantu menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut.

Kepala Bulog Sub Divre Bukittinggi, Sultani di Bukittinggi, Kamis, mengatakan beras yang disediakan adalah beras kualitas medium dan disebarkan ke kios-kios penjualan beras serta Rumah Pangan Kita (RPK).

"Harganya Rp9.000 per liter. Ada 15 kios dan setiap kios disediakan 500 kilogram sampai 1 ton. Lalu 10 RPK dan penyediaan beras di sana bergantung kebutuhan masyarakat di sekitarnya," jelasnya.

Sultani menyatakan saat ini Bulog memiliki persediaan beras hingga 3.000 ton sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan komoditas utama sehari-hari masyarakat tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) Bukittinggi, mencatat daerah itu inflasi 0,41 persen pada Desember 2018 karena kenaikan indeks pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok kesehatan serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan.

Kepala BPS setempat Mukhlis menyebutkan selama Desember 2018 harga barang kebutuhan masih menunjukkan kecenderungan kenaikan harga.

"Beberapa yang mengalami kenaikan harga paling besar komoditas bawang merah, daging ayam ras dan beras," katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi Alizar menambahkan harga beras kualitas premium saat ini di pasar setempat harganya berkisar Rp14.500 sampai Rp15.000 per kilogram.

"Operasi pasar kami harap dapat membantu masyarakat terutama warga yang kurang mampu. Ini juga sekaligus langkah antisipasi naiknya harga harga sekarang masih dalam musim penghujan," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar