BNNK Payakumbuh rehabilitasi 68 pecandu narkoba sepanjang 2018

id konfrensi pers narkoba

BNNK Payakumbuh rehabilitasi 68 pecandu narkoba sepanjang 2018

Konfrensi pers terkait narkoba di Payakumbuh. (Antara Sumbar/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh, Sumatera Barat, telah merehabilitasi sebanyak 68 pecandu narkoba sepanjang 2018.

"Tindakan rehabilitasi ini bertujuan mengatasi orang yang sudah terlanjur menjadi korban penyalahgunaan atau jadi pecandu narkotika," ujar Kepala BNNK Payakumbuh, AKBP Firdaus Zn di Payakumbuh, Jumat.

Ia menguraikan 68 orang yang direhabilitasi itu rehab rawat jalan sebanyak 32 orang di Klinik Pratama BNNK Payakumbuh, delapan orang di Aqila Klinik, tiga orang di Benteng Klinik, dan 25 orang di Yayasan Warih Pusako.

Pada 2018 BNNK Payakumbuh terus berupaya melakukan penguatan lembaga rehabilitasi narkoba di Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP), dan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM).

Di antara LRIP yang telah mendapat dukungan penguatan dan operasional dari BNNK Payakumbuh yakni Klinik Pratama BNNK Payakumbuh, RSUD Adnaan WD Payakumbuh, Puskesmas Lamposi Tigo Nagori, Puskesmas Tarok, dan Tiakar.

Sementara LRKM yang juga mendapat dukungan penguatan dari BNNK Payakumbuh adalah Aqila Klinik, Yayasan Warih Pusako dan Klinik Benteng.

"Sayangnya sebagian LRIP yang sudah mendapat dukungan dan penguatan dari BNNK, masih ada yang belum bisa beroperasional penuh karena kendala teknis administrasi," ujar dia.

Dalam merehabilitasi pecandu narkoba masih terkendala sarana dan prasarana serta kesadaran masyarakat untuk berobat.

"Untuk rehab ini pasien masih sedikit yang punya kesadaran mau berobat, karena budaya malu di masyarakat dan juga kesiapan rumah sakit untuk merehab pasien," kata dia.

Ia menyebutkan di RSUD Payakumbuh, BNNK memberikan pembiayaan layanan rehabilitasi untuk lima orang, namun realisasi pelaksanaan layanan tidak terlaksana dan anggaran ini tidak terserap.

Ke depan ia berharap semua fasilitas RSUD yang dibutuhkan untuk merehabilitasi pasien pecandu narkotika bisa terpenuhi, agar upaya rehabilitasi berjalan maksimal. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar