Polisi Dharmasraya: tersangka kasus cabul ternyata pernah alami sodomi

id Imran Amir

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir (tengah) saat menggelar jumpa pers di Aula Polres Dharmasraya, Rabu (19/12). (ANTARASUMBAR/Ilka Jensen)

Pulau Punjung, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya, Sumatera Barat, menyampaikan tersangka kasus pencabulan yang menyodomi tujuh pelajar di bawah umur pernah mengalami perlakuan yang sama saat masih anak-anak.

"Pelaku juga menjadi korban sodomi saat masih pelajar, hari ini dia yang menjadi pelaku," kata Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir saat menggelar silaturahim dan jumpa pers di Pulau Punjung, Rabu.

Ia mengatakan tersangka berinisial "AG" (18) warga Jorong Koto Agung Nagari (Desa Adat) Sungai Duo, Kecamatan Sitiung ditangkap jajaran Polres Dharmasraya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.

Pengungkapan tersebut berawal dari kecurigaan salah satu orang tua korban yang melihat keanehan pada anaknya.

"Jadi saat orang tua ini memandikan anaknya, korban merasakan sakit pada bagian anus, kemudian ditanya barulah sang anak (korban) mengaku pernah disodomi tersangka," ungkap dia.

Ia mengatakan tersangka melakukan aksi tidak senonoh tersebut di kamar mandi rumahnya setelah korban diajak bermain dan diiming-imingi uang jajan.

"Usia tujuh korban bervariasi, ada yang tujuh tahun, lima tahun, bahkan ada balita usia dua tahun," ujarnya.

Tersangka dan baranng bukti berupa pakaian korban telah diamankan di Polres Dharmasraya guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, kata dia.

Atas perbuatan tersebut tersangka dijerat pasal 1 ayat 76 e Junto 82 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan maksimal 18 tahun.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga merilis kasus penangkapan pencurian kendaraan bermotor dan pengedar narkoba dengan tersangka Untung (32) dan Ridwan Saputra (21). Beserta barang bukti dua unit sepeda motor dan dua paket sabu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar