Payakumbuh memiliki 37 industri randang

id randang,payakumbuh,ikm

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi saat menerima cendramata dari perantau Negri Sembilan Malaysia usai Rapat Paripurna dalam perayaan HUT Payakumbuh ke-48 (sumbar.antaranews.com/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Payakumbuh saat ini tercatat memiliki 37 Industri Kecil dan Menengah (IKM) randang yang sudah berproduksi untuk mewujudkan branding Payakumbuh City of Randang.

"Keberadaan IKM randang didominasi di Kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina) sebesar 40,5 persen, diikuti oleh Payakumbuh Barat sebesar 27 persen dan Payakumbuh Utara sebesar 16 persen," jelas Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, Senin usai sidang Paripurna HUT Kota Payakumbuh di gedung DPRD Payakumbuh.

Rata-rata produksi setiap IKM mampu menghasilkan 31 Kg randang per hari, jika dikalkulasikan seluruhnya bisa menghasilkan 1.147 Kg dalam satu hari.

"Jumlah ini dirasa cukup menjadi modal awal bagi Pemkot Payakumbuh untuk serius menjadikan Payakumbuh sebagai Kota Randang," ujarnya.

Dalam mewujudkan sentral randang, Pemkot Payakumbuh juga sudah mendatangkan teknologiretouch untuk menjaga kualitas Randang tetap stabil yang didukung BPPOM Padang dan Batan.

"Dengan demikian, untuk membuka jalan sebagai sentral randang diprediksi tinggal menghitung hari lagi. Payakumbuh akan dijadikan tempat untuk menampung, memproduksi dan memasarkan randang untuk kebutuhan dalam maupun luar negeri," ujar Riza.

Menurutnyaa peralihan dari Kota Batiah menjadi Kota Randang karena randang dinilai lebih memiliki dampak ekonomi yang lebih besar terhadap perekonomian Payakumbuh dibandingkan dengan batiah.

"Kita sangat yakin ikon randang akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Payakumbuh serta menyelamatkan randang dari klaim negara luar dan randang diterima oleh lidah semua orang, inilah yang mendorong saya untuk serius mengubah Payakumbuh dari Kota Batiah menjadi Kota Randang,” katanya.

Bahkan dalam tahap promosi dan persiapan saat ini, permintaan randang sudah datang dari beberapa negara di belahan dunia ini, seperti halnya pengusaha dari Timur Tengah, Eropa dan Amerika.

Ia menjelaskan randang diproyeksikan menjadi brand yang hadir diseluruh pelosok dunia, tidak hanya menjadi sebuah objek jual beli yang berskala rumah makan di Sumbar tetapi sudah menjadi komidit utama ekspor Payakumbuh.

“Sebenarnya saya sudah tidak sabar untuk mendeklarasikan diri sebagai Kota Randang. Seluruhnya sudah siap dan hampir rampung. Tinggal beberapa hal yang perlu dievaluasi agar pada aksinya nanti, tidak ada yang dikecewakan,” jelasnya.

Riza meminta seluruh unsur eksekutif, legislatif, Forkopimda dan masyarakat Payakumbuh untuk mendukung rencana Payakumbuh City Of Randang ini. Jika rencana ini sukses, diprediksi peningkatan ekonomi akan meningkat diatas 20 persen.

“Jika sudah menjadi Payakumbuh City Of Randang saya prediksi bisa meningkat ke angka 20 persen keatas. Angka ini sangat mungkin karena pendapatan setiap masyarakat Kota Payakumbuh akan meningkat sekitar 50 persen,” katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar