KPA: RSUD Payakumbuh perlu poli khusus HIV/AIDS

id HIV/AIDS

Ilustrasi. (Antara)

Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Setelah melakukan konsultasi ke RSUD Ahmad Muchtar, Komisioner KPA Payakumbuh Vemil Amri mengatakan sudah seharusnya RSUD di Payakumbuh memiliki poli khusus HIV/AIDS.

"Ini kesimpulan kita setelah kunjungan dan konsultasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh bersama Dinas kesehatan ke Poli Serunai RSUD AHMAD MUCHTAR Bukittinggi," ujarnya, Senin.

Perlunya poli khusus HIV/AIDS ini berangkat dari empat poin penting hasil konsultasi tersebut; sebanyak 11 orang di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh lost control HIV/AIDS (ODHA) karena kendala finansial dan transportasi pendampingan.

Kedua Belum adanya RSUD kota Payakumbuh atau PDP (pelatihan perawatan, pendampingan dukungan pengobatan) dan perlunya PDP dan POLI HIV AIDS koordinasi antara dinas kesehatan Kota Payakumbuh dengan RSUD dan dinas kesehatan provinsi.

Keempat, jauhnya akses untuk pengobatan ODHA dan kontrol ke poli/pusat pelayanan kesehatan RSUD Payakumbuh.

Vemil Amri mengatakan dari keseluruh point tersebut, sudah seharusnya PDP ada di RSUD Payakumbuh supaya ODHA tidak lost kontrol dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Selain itu mengingat di Payakumbuh setiap tahunnya kasus HIV/AIDS yang menunjukkan penambahanan angka pengidapnya," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris KPA Kota Payakumbuh Fahman Rizal mengatakan setelah seluruh fasilitas kesehatan untuk menunjang penanggulangan AIDS di Kota Payakumbuh ini direalisasikan, nantinya ODHA harus membuka diri kepada pemerintah, karena ada bantuan dari dinas sosial untuk Usaha Ekonomi Produktif.

"Ini merupakan salah satu program agar ODHA nantinya tidak mengalami pengkucilan atau disisihkan di masyarakat, karena sejatinya yang bahaya itu bukan orangnya, namun virusnya, makanya para ODHA ini nanti bisa beraktifitas seperti orang normal tanpa harus takut tidak melaksanakan fungsi sosialnya di masyarakat," ujar Fahman. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar