PLN Sumbar targetkan 2019 penambahan SPLU 100 persen

id PLN

GM PT. PLN UIW Sumbar Susiana Muatia (Ist)

Padang (Antaranews Sumbar) - Manajemen PT. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat menargetkan tahun depan penambahan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang tersebar pada 19 kabupaten dan kota sebanyak 100 persen dari jumlah yang ada saat ini.

"Kini jumlah yang sudah disediakan sebanyak 196 SPLU tersebar di wilayah Sumatera Barat. Tahun depan diupayakan mencapai 100 persen penambahannya," kata GM PT. PLN UIW Sumbar Susiana Mutia di Padang, Kamis.

Dari data PLN sebaran SPLU yang ada sekarang berdasarkan unit pelaksana meliputi, di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang tercatat 68 yang terpasang, di UP3 Bukittinggi sebanyak 106, UP3 Solok 22 sehingga totalnya 196 SPLU.

Selain itu, tiga di antara SPLU yang dibangun PLN UIW Sumbar untuk mendukung mobil listrik "BLIST" yang berlokasi di Kota Padang berlokasi di pelataran parkir kantor Induk PLN Wilayah Sumbar dengan

kapasitas: 3 x 5.500 VA, dan ada juga di Kantor Rayon PLN Bukittinggi serta di Kantor Bupati Dharmasraya.
Peserta kuliah umum tentang kelistrikkan di UNP (Ist)
Susiana mengatakan, memperbanyak SPLU guna memberi layanan kepada masyarakat akan kebutuhan daya listrik, meski sekarang baru difungsikan seperti pengisian HP dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Jadi, bagi masyarakat yang ingin penambahan daya di sejumlah titik SPLU, caranya harus membeli token listik dan masukan nomor ID pelanggannya.

Ke depan, kata dia, apabila sudah ada pemakaian transportasi listrik seperti sepeda motor dan mobil sehingga tidak menyulitkan masyarakat karena sudah tersedia hingga ke pelosok.

Apalagi, kata dia, sudah ada sinyal dari pemerintah akan memproduksi massal sepeda motor listrik, tentu penyediaan SPLU sangat diperlukan, jika dimana masyarakat akan memasang charger untuk tambah daya kendaraannya.

Oleh karenanya, jelas dia, PLN sudah menyiapkan langkah dan strategi menghadapi disruptive technologies (inovasi teknologi) di masa mendatang, seperti terkait dengan kendaraan listrik yaitu, mengembangkan EV charger generasi ke-2 (output DC), floating charging unit untuk transportasi air.

Selain itu, penetrasi rooftop (penerobosan bagian atap) dengan menugaskan anak perusahaan PLN untuk mengembangkan produk rooftop komersial, dan distirbuted generation (pembangkit listrik terdistribusi) dengan melakukan revitalisasi pembangkit-pembangkit PLN, c: Leung Bata, Titi Kuning dan Pauh Limo

Pengembangan pembangkit biomass, biogas, bionabati dan EBT lain.
Senior Manager Perencanaan PLN UIW Sumbar Agus Prasetyo saat memberi materi pada kuliah umum tentang kelistrikkan di UNP. (Ist)
Pengembangan Distributed Generation pada kawasan khusus (bandara, kawasan industri besar dan kecil, komplek pemerintahan) dalam bentuk solar cell maupun Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Pilihan dimasa depan dengan ketersedian bahan bakar makin berkurang tentu beralih ke tenaga listrik. Makanya PLN mendorong dalam pengembangan sepeda motor listrik, mobil listrik dan kapal listrik," ujarnya.*

Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar