Jalan Bukittinggi-Pasaman kembali tertimbun longsor, arus lalu lintas terhenti

id Longsor,Jalan Bukittinggi-Pasaman Longsor,Jalan nasional tertimbun longsor

Longsor (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Ruas jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi menuju Pasaman, Sumatera Barat, tertimbun material tanah longsor di Sungai Baluka, Nagari Nan Tujuh, Kecamatan Pelupuh, Kabupaten Agama, Kamis (6/12) sekitar 15.30 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Wahyu Bestari di Lubukbasung, Kamis, mengatakan, ruas jalan itu tidak bisa dilalui kendaraan akibat material tanah longsor menimbun seluruh badan jalan sepanjang 10 meter dan tinggi 1,5 meter.

"Kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut sehingga kendaraan terjebak macet sekitar ratusan meter," katanya.

Saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk membersihkan material longsor itu.

Selain itu, Satgas dan Tim Reaksi Cepat BPBD melakukan gotong royong untuk memberikan material longsor dan pohon dengan anggota Kodim 0304 Agam dan masyarakat.

"Saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup," katanya.

Sebelum, jalan yang menghubungkan Bukittinggi menuju Pasaman juga tertimbun tanah longsor di Padang Hijau, Kecamatan Pelupuh, Senin (3/12).

Selain itu, tanah longsor menimbun badan jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi menuju Pasaman tepatnya di kilometer 16 Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Sabtu (1/12).

Di ruas jalan nasional itu, tambahnya, terdapat 12 titik daerah rawan tanah longsor apabila curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.

Ini berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Tim Reaksi Cepat dan Satgas BPBD setempat pada November 2018.

"Kita telah membersihkan tanah di 12 titik longsor untuk mengantisipasi kejadian tanah longsor," katanya.

Dengan kondisi rawan longsor, Wahyu mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah perbukitan agar tidak menjadi korban jiwa.

"Hindari lokasi rawan longsor saat curah hujan tinggi," tambahnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar