Setelah kabur selama empat tahun, pelaku curas di Agam akhir dibekuk polisi

id Polres Agam

Dua orang tersangka pencurian dengan kekerasan yang berhasil ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Agama, Kamis (6/12). (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan di Muko-muko, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjungraya, pada 14 Mei 2014.

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi didampingi Kasat Reskrim Iptu Muhammad Reza di Lubukbasung, Kamis, mengatakan kedua tersangka EC (41) warga Kampuang Tangah, Kecamatan Lubukbasung dan HM (46) warga Lubuk Sao, Kecamatan Tanjungraya. Tersangka ditangkap di rumah mereka, Kamis (6/12) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Tidak ada perlawanan dari kedua tersangka saat penangkapan itu dan kedua tersangka telah diamankan di Mapolsek Tanjungraya untuk proses selanjutnya," katanya.

Penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku pencurian dengan kekerasan sesuai dengan Laporan Polisi No: LP/48/V/K/2014/Sektor Tanjungraya tanggal 16 Mei 2014, termonitor ada di wilayah hukum Polres Agam.

Kedua tersangka ini mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban atas nama Amrizal (47) warga Muko-muko Nagari Kotomalintang, Kecamatan Tanjungraya pada 14 Mei 2014.

Saat melakukan aksinya, mereka dengan jumlah empat orang berhasil mengambil uang korban Rp80 juta.

"Uang hasil curian itu dibagi sebesar Rp20 juta per orang," tegasnya.

Kasus pencuri dengan kekerasan itu berawal dari empat tersangka mengetok pintu rumah korban dengan memanggil nama istri korban.

Setelah pintu dibuka, tersangka masuk dan menodongkan senjata tajam berupa pisau. Selanjutnya mengikat kaki dan tangan korban dengan lakban dan tali.

Saat korban tidak berdaya, para pelaku memukuli dan memaksa korban menunjukkan dimana menyimpan uang. Korban menunjukkan uang disimpan di lemari kamar dan lemari televisi sekitar Rp80 juta.

Selain mengambil uang, tersangka juga mengambil tiga unit telepon genggam.

"Setelah itu para pelaku pergi meninggalkan korban dan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungraya untuk proses hukum," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar