Presiden APPI dorong mantan pemain masuk federasi

id Firman Utina,Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia

Firman Utina (ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Koz/hp/10)

Badung, (Antaranews Sumbar) - Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Firman Utina, mendorong mantan pemain sepak bola masuk ke federasi sepak bola Indonesia seiring dengan mundurnya anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Hidayat.

"Ini adalah kesempatan teman-teman dan mantan pemain masuk ke sana (PSSI). Saatnya mereka ambil kesempatan itu berada di sana, agar kami yang ada di lapangan bisa nyambung ketika menyampaikan sesuatu hal," kata Firman Utina di Badung, Bali, Rabu.

Anggota Exco PSSI Hidayat mengundurkan diri dari jabatannya setelah namanya disebut oleh manajer tim Madura FC Januar Herwanto sebagai salah pihak yang meminta timnya mengalah saat menghadapi PSS Sleman pada kompetisi Liga 2. Pernyataan itu disampaikan Januar ketika talk-show di salah satu stasiun televisi.

Pernyataan Januar ini ternyata berbuntut panjang. Selain mengundurkan diri jabatan anggota Exco PSSI, Hidayat juga berurusan dengan Komite Disiplin PSSI untuk dimintai keterangan. Sanksi dari federasi ternyata langsung didapat.

"Jangan semuanya terjun ke dunia pelatihan semua, tapi juga ada juga yang masuk ke sana (PSSI). Biar nyambung dan bisa menjembatani yang kami butuhkan di lapangan," kata pria yang juga pelatih Timnas Pelajar U-15 Bali Football Championship 2018 itu.

Saat ditanya siapa mantan pemain yang dinilai layak untuk masuk sebagai anggota Exco PSSI, pria yang saat ini masih bermain bersama klub Liga 2 Kalteng Putra itu menyebut beberapa nama.

"Kan ada mas Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman atau Bang Ricky Yakobi. Bisa saja mantan pemain lain," kata Firman Utina menambahkan.

Sementara itu saat ditanya sanksi yang diterima Hidayat, Firman tidak memberikan komentar banyak.

"Mungkin aturannya seperti itu sehingga ya mesti diikuti. Semoga ke depannya tidak ada lagi kejadian yang sama terulang kembali," tambahnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar