Pengendara keluhkan padamnya lampu jalan Bypass Padang Pariaman

id lampu jalan padam

Sejumlah pengendara melintasi jalan Bypass di Padang Pariaman meski lampu jalan itu padam, pada Senin malam (3/12). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M. S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Sejumlah pengendara mengeluhkan padamnya lampu penerangan jalan di jalur dua Bypass Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

"Padamnya lampu jalan itu mulai dari perbatasan Kabupaten Padang Pariaman dengan Kota Padang hingga ke Jembatan Layang dengan jarak sekitar 1,5 kilometer," kata seorang pengendara, Khairul yang mengaku sering melewati kawasan itu pada malam hari dari pulang bekerja.

Iamengatakan saat melintasi jalan itu sering khawatir karena gelap akibat padamnya lampu jalan, sementara dari perbatasan hinga ke arah Kota Padang jalur dua Bypass sudah terang benderang.

Demikian juga lampu jalan dari jembatan layang hingga ke Bandara Internasional Minangkabau juga menyala dan terang.

"Hampir setiap malam saya melewati jalan Bypass ini, namun lampunya selalu padam dari perbatasan Kota Padang hingga jembatan layang," kata dia di Parit Malintang, Rabu.

Ia berharap pihak terkait segera menyalakan lampu jalan tersebut karena dapat membahayakan pengendara ketika melewati jalur itu saat malam hari.

Pengendara lainnya, Aris mengatakan ketika malam hari jalan tersebut hanya diterangi oleh lampu kendaraan yang melintas.

"Hal ini dapat membayakan pengendara, dan juga berpotensi terjadinya tindakan kejahatan di sana," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman, Taslim mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti terkait padamnya lampu tersebut.

"Pembayaran listrik memang kami. Tapi kalau soal lampu padam akan kami periksa dulu," ujar dia.

Sebelumnya Taslim menyebutkan setiap tahun pihaknya mengeluarkan anggaran hampir Rp12 miliar guna pembayaran listrik untuk kantor pemerintahan dan lampu penerangan jalan umum.

"Namun karena sudah ditetapkan berapa nominal uang yang harus dibayar sebulan, maka kami harus membayarnya meskipun lampunya padam," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya tahun depan pihaknya akan menerapkan sistem meterisasi untuk lampu penerangan jalan di daerah itu. (*)

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar