KONI: Solok Selatan dirugikan panitia Porprov XV Sumbar

id Koni solok selatan,Porprov sumbar

Ketua KONI Solok Selatan Mario Syahjohan bersalaman dengan Atlet atletik Solok Selatan yang berhasil medapatkan medali emas, Sabtu. (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solok Selatan mengajukan surat keberatan pada panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumbar karena merasa dirugikan.

Ketua KONI Solok Selatan Mario Syahjohan, di Padang Aro, Jumat, mengatakan, pihaknya keberatan dengan keputusan panitia Porprov karena ada dua atlet cabang olahraga (cabor) Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) yang terdaftar sebagai atlet Solok Selatan tetapi justru bertanding membela kabupaten lain.

Selanjutnya surat keberatan juga dilayangkan Koni Solok Selatan terkait pemakaian atlet luar Sumbar pada cabor Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi).

Selain itu pada cabor Senam atlet Solok Selatan yang tidak diperbolehkan ikut dengan dalih telat mendaftar pada Sidragon.

"Kami merasa dirugikan dengan kejadian ini. Karena atlet yang sudah jelas terdaftar disistem pendataan kegiatan keolahragaan secara online (Sidragon) malah membela kabupaten lain. Begitu juga pada cabor sepatu roda yang memakai atlet luar Sumbar," katanya.

Selain itu kata dia, pada cabor gulat ada atlet yang tidak terdaftar pada Sidragon ikut bertanding dan mendapatkan medali.

"Kami berharap sportivitas dijaga dan dimulai dari panitia dan tuan rumah, jangan sampai ambisi menjadi juara mengacaukan sistem yang telah ada," ujarnya.

Solok pada Porprov Sumbar XV berada di peringkat 12 dari 19 kabupaten/kota.

Perolehan Solok Selatan sebanyak 78 medali dengan rincian emas 21, perak 26 dan 31 peunggu.

Dari segi peringkat Solok Selatan mengalami penurunan dari sebelumnya posisi 12.

"Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan raihan medali. Namun, secara pembinaan bibit atlet lokal banyak yang meningkat berkat program 'Solok Selatan Emas'," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar