Sentuh pesantren, Kemnaker bangun BLK komunitas di Pasaman.

id BLK

Wisnu dari Kelembagaan dan sarana dan prasarana pelatihan (Lemsar), Kemnaker RI, didampingi Sekretaris BLK Pembina Padang milik Kementetian Ketenaga Kerjaan RI Afridamon, Kepala BLK Lubuksikaping Pasaman Haryadi dan Ahmad Nawawi, pimpinan pondok pesantren Kombang Baru sedang meninjau pengerjaan pembangunan BLK Komunitas di Ponpes Darul Ulum Yapa Kombang Baru, Tapus Padang Gelugur. (Wahyu)

Sentuh Pesantren, Kemnaker RI Bangun BLK Komunitas di Pasaman.

Lubuksikaping (Antaranews Sumbar) - Satu unit gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas dibangun di Pondok Pesantren Darul Ulum YAPA Kombang Baru Tapus, Nagari Padanggelugur, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) tahun ini.

Pembangunan BLK Komunitas di Ponpes itu bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan global, khususnya bagi kalangan santri di pondok pesantren, kata Kepala UPTD BLK Kabupaten Pasaman, Haryadi di Lubuksikaping, Selasa (27/11).

Ia mengatakan, pembangunan BLK di ponpes itu bertujuan mempercepat peningkatan SDM dan kompetensi kerja di kalangan angkatan muda. Khususnya di pesantren.

Jadi filosofi BLK komunitasi ini adalah, cara cepat untuk mrningkatkan skill serta SDM warga. Sebab, apabila mendirikan BLK butuh biaya puluhan milyar, dan pendirian gedung pengalaman seperti di Jawa butuh 3-4 tahun.

Pembangunan BLK Komunitas di Ponpes Darul Ulum, kata Hariadi, sebagai proyek percontohan. Pada 2016 Kementerian Ketenagakerjaan telah mendirikan BLK di 50 pondok pesantren dan di 2018 sebanyak 75 pondok pesantren. Salah satunya di Ponpes Darul Ulum.

"Pembangunan BLK ini dikerjakan secara swakelola. Pembangunannya sudah tahap 90 persen. Anggaran untuk BLK komunitas ini Rp1 miliar. Rp400 juta - Rp550 juta untuk fisik. Kemudian sisanya untuk peralatan dan pendidikan calon instruktur," kata mantan Sespri Bupati Pasaman ini.

Jadi, setiap pesantren bisa mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan dana pembangunan BLK komunitas dari Kemnaker. Syaratnya, kata dia, harus ada lahan kosong yang cukup luas untuk membangun gedung BLK.

"Ada lahan kosong dan itu milik ponpes. Nanti pihak Kemnaker akan lakukan survey terlebih dulu untuk kelayakannya. Untuk 2019, kita mengusulkan tujuh ponpes dibangun BLK Komunitas. Satu BLK, Rp1 miliar dananya," katanya.
Gedung BLK Komputer di Ponpes Darul Ulum Yapa Kombang Baru, Tapus dalam tahap finishing. (Wahyu)
Sebanyak tujuh pondok pesantren lagi di daerah itu akan dibangun BLK Komunitas pada awal tahun nanti, yakni Ponpes Darul Ulum Simatorkis, Ponpes Darul Ulum Mudik Tampang, Ponpes Bahrul Ulum, Panti, Ponpes Cubadak, Duo Koto, Ponpes di Bonjol, MAM Sontang dan Ponpes Darussalam Tsalis.

"Kita akan kordinasi dengan BLK Pembina Padang agar BLK komunitas hadir tujuh ponpes ini nanti. Sebab, pesantren dianggap basis generasi muda yang kaya akan ilmu agama tapi minim skil selama ini," ucapnya.

Selaku Kepala BLK di kabupaten itu, pihaknya berharap kehadiran BLK komunitas mampu membantu pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja handal dan mempercepat peningkatan kompetensi masyarakat. Khususnya, bagi generasi muda Pasaman memiliki skill dalam menyongsong masa depan.

"Harapannya dengan adanya BLK ini, kita bisa bekerjasama dalam menyiapkan generasi muda Pasaman yang memiliki keahlian. Kita berharap BLK Komunitas semakin banyak di Pasaman, sesuai target pak Jokowi hadir di pesantren-pesantren. Harapan kita semua pesantren berbadan hukum dan memiliki BLK Komunitas," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar