Merasa dicurangi, KONI Solok layangkan surat protes ke panitia Porprov

id tinju

Tim tinju Kabupaten Solok bersitegang dengan juri dan wasit. (ist)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok, melayangkan surat protes kepada panitia pekan olahraga provinsi (Porprov) Sumbar karena merasa dicurangi akibat tidak adilnya pertandingan final tinju kelas 52 kilogram antara petinju Ahmad Wike dari daerah itu dengan petinju Sawahlunto Fauzi Ahmad di Padang Pariaman pada Senin malam (26/11).

"Jelas tidak terima, dari jalannya pertandingan, kami sangat yakin petinju Kabupaten Solok menang angka dibanding petinju lawan, rasanya kami dicurangi secara terang-terangan," kata Ketua KONI Kabupaten Solok, Rudi Horizon di Arosuka, Selasa.

Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika dewan juri dan wasit, Amri Yusran Nasution mengumumkan hasil pertandingan. Petinju Kabupaten Solok yang diyakini menang angka, malah dinyatakan kalah oleh dewan juri.

Kemudian penonton dan tim Kabupaten Solok yang merasa dirugikan dengan hasil itu bersitegang dengan wasit, hakim dan panitia pertandingan. Sejumlah properti yang ada di lokasi sempat menjadi sasaran amukan kekesalan penonton dan nyaris berujung saling pukul.

Kondisi tersebut tidak berlanjut setelah Ketua KONI, Rudi Horizon memutuskan untuk menarik diri dari lokasi pertandingan bersama Wakil Bupati Solok yang turut menyaksikan langsung pertandingan.

Rudi menyebutkan nyaris semua penonton terkejut terhadap hasil pertandingan yang diumumkan wasit. Tidak saja kontingen Solok, tapi juga penonton dari berbagai daerah lain yang turut meramaikan final tersebut.

Usai pengumuman, tim Kabupaten Solok mencoba untuk melakukan protes. Namun wasit dan hakim pertandingan malah tidak menerima protes langsung dari kontingen, dan meminta pihak tim untuk melayangkan protes ke dewan hakim panitia besar porprov.

"Seharusnya kami bisa protes langsung terhadap putusan wasit yang sangat merugikan, kami punya video utuh rekaman pertandingan," sebutnya.

Rudi merasa kesal dan mempertanyakan sportifitas dewan hakim. Pihaknya akan melayangkan surat protes secara resmi pada dewan hakim panitia besar Porprov 2018, panitia penyelenggara Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) dan bakal ditembuskan ke Pengurus Besar Pertina.

"Kami sudah siapkan surat protes bersama berkas video pertandingan, kita akan sampaikan suratnya hari ini," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar