Pemkab Solok sosialisasikan layanan stroke check up

id Stroke

Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Aliber Mulyadi. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat menyosialisasikan layanan stroke check up agar mengurangi dampak penyakit stroke yang dianggap penyakit dadakan kepada masyarakat setempat.

"Serangan penyakit stroke yang mendadak seringkali berakibat fatal, bahkan banyak mengakibatkan penderitanya meninggal dunia. Ini dampak kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penyakit stroke yang sering dianggap sebagai penyakit dadakan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Sri Efianti di Arosuka, Rabu (21/11).

Ia menyebutkan Pemkab Solok bekerjasama Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi, memperkenalkan layanan stroke Check Up sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk menyikapi permasalahan penyakit stroke.

Pihaknya menyosialisasikan layanan check up untuk memberikan pemahamanan kepada masyarakat perihal jantung koroner dan stroke yang kerap dianggap penyakit paling mematikan.

Menurutnya, untuk rangking dunia, penyakit stroke adalah salah satu penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung.

"Meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke dan jantung menjadi tantangan kami di bidang kesehatan pada saat ini, bagaimana ini agar dapat dicegah secara dini oleh masyarakat," katanya.

Sri menjelaskan meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pada besarnya beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar. Maka, kesehatan ada kaitannya dengan pembangunan sosial dan ekonomi.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengembangkan langkah- langkah strategis untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Salah satunya adalah dengan sosialisasi yang lebih gencar tentang penyebab stroke, pencegahannya, pengobatan, hingga penatalaksanaan pemulihan serangan stroke.

"Kami harap informasi yang diberikan kepada masyarakat, bisa diserap dan dapat meningkatkan derajat kesehatan, tidak hanya dibidang kuratif dan rehabilitatif juga dibidang preventif dan promotif dalam meningkatkan program gerakan masyarakat sehat di Indonesia," tambahnya.

Bupati Solok, Gusmal diwakili Asisten Koordinator Ekonomi Pembangunan, Aliber Mulyadi mengatakan Pemkab mencanangkan visinya melalui pilar ketiga yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional.

Di Indonesia target dari universal health coverage pada 2019 mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia memiliki jaminan kesehatan nasional.

Kemudian, lebih meningkatkan program promotif dan preventif seperti penyuluhan serta deteksi dini penyakit tidak menular di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Penyakit stroke dan jantung koroner masih merupakan penyakit penyebab kematian tinggi, oleh karena itu perlu dikenali dan diketahui dengan baik sebagaimana tanda dan gejalanya, sehingga kualitas hidup manusia bisa lebih ditingkatkan.

"Saya menyambut baik dan berterima kasih kepada rumah sakit stroke nasional bukittinggi yang telah mengadakan sosialisasi Stroke Check Up, dengan harapan nantinya penyakit stroke dapat dideteksi lebih dini dan ditanganinya lebih awal," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar