Seluruh atlet porprov Solok Selatan dilindungi jaminan sosial

id KONI Solok Selatan,BPJS Ketenagakerjaan,Porprov 2018

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solok Selatan Mario Syahjohan didampingi wakil ketua Eko foto bersama dengan Penata Madya Pelayanan dan Pemasaran Cabang Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Solok Selatan, Boni usai menyepakati pemberian jaminan sosial terhadap Atlet dan official tim yang terlibat pada Porprov Sumbar XV, di Padang Aro, Sabtu (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro,(Antaranews Sumbar) - Seluruh atlet dan ofisial beserta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solok Selatan yang terlibat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XV dilindungi terlindung dari risiko kecelakaan dan kematian selama pergelaran dengan ikut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Iskandar, melalui Penata Madya Pelayanan dan Pemasaran Cabang Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Solok Selatan, Boni, di Padang Aro, Sabtu, menjelaskan dengan adanya perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), maka para atlet dapat fokus mempersiapkan diri berlatih maupun saat bertanding secara optimal.

"Jumlah peserta yang didaftarkan jaminan sosial saat Porprov Sumbar XV sebantak 583 orang yang terdiri dari Atlet 380, pelatih 123 orang, pengurus koni 80 orang," ujarnya.

Manfaat utama perlindungan JKK itu berupa perlindungan mulai dari berangkat dari rumah ke tempat latihan, selama latihan dan bertanding dan sampai pulang ke rumah, jika terjadi kecelakaan pada masa itu, maka akan diobati sesuai kebutuhan medis tanpa batasan biaya.

"Kami sudah sepakat untuk melindungi seluruh atlet maupun official tim dan pengurus KONI selama satu bulan kedepan, jadi atlet bisa fokus ke pertandingan tanpa harus memikirkan risiko kecelakaan kerja," ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah pembayaran premi dilakukan maka semua risiko kecelakaan kerja dan kematian mulai berangkat dari Solok Selatan menuju lokasi hingga saat bertanding berpindah ke BPJS ketenagakerjaan.

Ketua KONI Solok Selatan, Mario Syahjohan mengatakan, dengan adanya perlindungan ini diharapkan atlet bisa tampil maksimal saat bertanding sehingga target yang sudah ditetapkan bisa tercapai.

"Target kami masuk 10 besar pada Porprov Sumbar XV dan guna melindungi atlet serta seluruh official yang terlibat kami daftarkan jaminan sosial," ujarnya.

Untuk Porprov tahun ini katanya, hanya untuk satu bulan kedepan didaftarkan jaminan sosialnya tetapi untuk selanjutnya akan diperjuangkan untuk satu tahun sehingga atlet saat berlatih juga terlindungi.

Dia menyebutkan, peluang medali emas untuk Solok Selatan kemungkinan baru bisa diraih pada hari ketiga.

Hal ini katanya, karena mulai hari ketiga cabang olahraga unggulan Solok Selatan baru mulai bertanding seperti atletik.

"Kami berharap Cabor unggulan bisa memaksimalkan perolehan emas sehingga target 10 besar bisa dicapai," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar